by

5 Cara Islami Sehatkan Hati

Salah satu indikasi qalbu atau hati yang sehat adalah hati yang senantiasa ingin dekat dengan allah. Caranya dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah.

Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah menyebutkan, diantara hati-hati yang sehat adalah mampu memilih segala sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kesembuhan. Dia tidak memilih segala sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kesembuhan. Dia tidak memilih hal-hal yang berbahaya serta menjadikan sakitnya hati atau qalbu. Sedangkan tanda qalbu yang sakit adalah sebaliknya. Inilah tips menyehatkan hati :

Ingat Mati

Qalbu yang senantiasa ingat mati alias ingat akhirat, nabi Saw bersabda, “jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau (musafir) yang melewati suatu jalan,” (HR Al Bukhari). Dengan senan tiasa ingat akhirat, motivasi ibadah semakin meningkat dan serasa kian dengan Allah SWT.

Tak Bosan Berzikir

Diantara sebagian tanda sehatnya qalbu adalah tidak pernah bosan untuk berzikir mengingat Allah SWT. Tidak pernah merasa jemu untuk mengabdi kepadanya, tidak terlena dan asik dengan selainnya, kecuali kepada orang yang menunjukan ke jalannya, orang yang mengingatkan dia kepada Allah SWT atau saling mengingatkan dalam kerangka berzikir kepadanya. Qalbu yang sehat selalu menyesal, merasa sedih jika luput dan ketinggalan zikir.

Khusyuk Shalat

Qalbu yang sehat adalah jika dia sedang melakukan shalat, maka dia tinggalkan segala keinginan dan sesuatu yang bersifat keduniaan. Sangat memperhatikan masalah shalat bersegera melakukannya, serta mendapati ketenangan dan kenikmatan di dalam salat tersebut. Baginya, shalat merupakan kebahagiaan dan penyejuk hati dan jiwa.

Menjaga Waktu

Diantara tanda sehatnya qalbu adalah merasa kikir (sayang) jika waktunya hilang dengan percuma, melebihi kikirnya seorang yang pelit terhadap hartanya. Qalbu yang sehat senantiasa menaruh perhatian yang benar untuk terus memperbaiki amal, melebihi perhatian terhadap amal itu sendiri. Dia terus bersemangat untuk meningkatkan keikhlasan dalam beramal, mengharap nasehat, mutaba’ah (mengontrol) dan ihsan (seakan –akan melihat Allah SWT dalam beribadah, atau selalu merasa dilihat Allah). Bersamaan dengan itu, dia selalu memperhatikan pemberian dan nikmat dari Allah SWT serta kekurangan dirinya di dalam memenuhi hak-haknya.

Full Ibadah

Akhirnya qalbu yang sehat dan selamat adalah qalbu yang himmah (kamauannya) kepada sesuatu yang menuju Allah SWT. Mencintainya dengan sepenuhnya, menjadikan-nya sebagai tujuan. Jiwa raganya untuk Allah, amalan, tidur, bangun, dan bicaranya hanyalah untuk-nya. Dan ucapan tentang segala yang diridhoi Allah lebih dia sukai daripada segenap pembicaraan yang lain, pikirannya selalu tertuju kepada apa saja yang di ridhoi dan dicintai-nya. Berkhalwah (menyendiri) untuk mengingat Allah SWT lebihh di sukai daripada bergaul dengan orang, kecuali dalam pergaulan yang dicintai dan di ridhai-nya. Kebahagiaan dan ketenangannya adalah bersama Allah, dan ketika dia mendapati dirinya berpaling kepada selain Allah, maka dia segera mengingat firmannya, “ hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhai-nya,” (QS 89:27-28).

SUMBER: NURANI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed