by

Bahaya kebanyakan makan junkfood

Jaman sekarang ini, telah banyak sekali inovasi jenis makanan yang dapat kita nikmati setiap hari. Di antara makanan-makanan tersebut, tentunya ada yang bermanfaat bagi tubuh, ada pula yang malah berpengaruh buruk bagi tubuh. Salah satunya, yang paling dekat dengan kita dan seringkali kita santap adalah junk foodJunk food disebut junk atau sampah, tentu ada alasannya.

junk food

Pada umumnya, junk food diisi oleh serangkaian jenis fast food atau makanan cepat saji, seperti fried chicken, hamburger, pizza, kentang goreng, dan lainnya. Kebanyakan makanan ini adalah hasil olahan dengan cara digoreng, mengandung gula tinggi serta kadar garam berlebihan. Jika kalori digunakan dengan baik, maka akan disimpan di dalam tubuh dalam bentuk lemak. Namun jumlah lemak berlebih akan berdampak buruk yaitu terjadinya kegemukan dan obesitas. Kalori yang tidak digunakan dengan baik oleh tubuh dapat memicu berbagai macam penyakit seperti diabetes, penyakit jantung,  stroke, dan penyakit lainnya.

Bahaya Junk Food

Berikut ini adalah bahaya-bahaya dari memakan junk food secara berlebihan.

  • Diabetes

Ketika tubuh mendapat asupan gizi, maka tubuh akan mendapatkan pasokan glukoza yang berfungsi untuk menjaga sensitivitas insulin. Terlalu banyak mengkonsumsi junk food akan membuat lonjakan kadar gula dalam tubuh, serta dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam produksi dan pemanfaatan insulin dalam tubuh, hal ini dapat memicu terjadinya diabetes.

  • Obesitas

Junk food memiliki kandungan lemak, garam, dan gula yang berlebihan dan sulit dicerna oleh tubuh, hal ini menyebabkan pengendapan terhadap zat makanan tersebut. Hal ini dapat memicu obesitas pada seseorang. Selain itu, bahan makanan yang digunakan junk foodjuga biasanya mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi.

  • Tekanan Darah Tinggi

Kadar natrium tinggi yang ada pada junk food dapat menyebabkan resiko meningkatnya tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hati, dan ginjal.

  • Resiko Penyakit Jantung

Kandungan lemak jenuh dan lemak trans junk food dapat mengakibatkan peningkatan kadar kolesterol jahat dan trigliserida dalam darah, hal ini meningkatkan resiko penyakit jantung. Peradangan krosis mengakibatkan kolesterol jahat menempel pada dinding arteri yang akan menghalangi aliran darah ke jantung. Lemak dari junk food juga dapat terakumulasi di dalam tubuh dan memicu obesitas yang pada akhirnya meningkatkan resiko serangan jantung.

  • Gangguan Ginjal

Pada junk food terdapat kandungan lemak jahat dan natrium tinggi yang berasal dari garam yang digunakan dalam makanan tersebut. Hal ini mengakibatkan terganggunya sodium-potasium tubuh yang dapat memicu hipertensi dan mengganggu kerja ginjal ketika menyaring racun dari dalam darah.

  • Resiko Kanker

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh European Journal of Cancer Prevention, dijelaskan bahwa terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji yang tinggi kandungan gula dan lemak dapat meningkatkan resiko terkena kanker kolorektal. Penelitian lainnya dari Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle, menunjukkan bahwa pria yang mengkonsumsi makanan yang digoreng lebih dari dua kali dalam sebulan, sudah menunjukkan tanda-tanda peningkatan risiko kanker prostat.

  • Merusak Hati

Mengkonsumsi junk food dalam jangka waktu tertentu dapat memberikan efek yang serupa dengan efek yang didapat oleh pecandu alkohol. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang sering mengkonsumsi junk food dapat memicu perubahan enzim hati, dalam empat minggu. Hal ini serupa dengan yang dialami oleh pecandu alkohol. Ini disebabkan oleh lemak trans yang terkandung dalam junk food.

  • Menurunkan Fungsi Otak

Penelitian yang dipublikasikan oleh Brain, Behavior, and Immunity yang dilakukan pada seekor tikus menunjukkan bahwa memakan junk food selama seminggu dapat memicu gangguan memori pada tikus. Ini disebabkan oleh lemak trans yang menggantikan lemak sehat di otak yang kemudian mengganggu mekanisme dan kerja sinyal pada otak, dan mengakibatkan penurunan kemampuan untuk menyerap informasi dan pelajaran baru.

  • Gangguan Sistem Pencernaan

Ketika mengkonsumsi junk food, kandungan minyaknya akan tersimpan dalam dinding lapisan perut yang mengakibatkan peningkatan produksi asam di dalam tubuh. Zat-zat yang ada dalam junk food beresiko tinggi melukai lapisan lambung yang memicu gangguan pencernaan. Selain itu, sedikitnya kandungan serat dalam junk food akan mengakibatkan terhambatnya kerja pencernaan dan meningkatkan resiko sembelit dan wasir. Pengkonsumsian junk food lebih baik

Mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula seperti junk food dapat menyebabkan bakteri yang berada di mulut menghasilkan asam yang mengakibatkan kerusakan pada gigi, serta kandungan natrium berlebih yang ada pada junk food dapat meningkatkan resiko osteoporosis (tulang rapuh).

Makanan Lain Yang Termasuk Junk Food

Selain makanan cepat saji, ada beberapa jenis makanan kurang sehat yang tidak baik jika dikonsumsi berlebihan, antara lain:

  • Makanan asinan, dengan kadar garam sangat tinggi, dapat memberatkan kerja ginjal, dan mengiritasi lambung dan usus.
  • Makanan kaleng, dapat berupa buah atau daging. Makanan kaleng tersebut dinilai tidak sehat karena biasanya makanan kaleng mengandung bahan pengawet tinggi yang menyebabkan menurunnya kandungan gizi dan nutrisi.
  • Gorengan, yang mengandung kalori, lemak, dan minyak tinggi dapat memicu kegemukan, obesitas, dan penyakit jantung koroner  Ketika dalam proses meggoreng, akan muncul zat karsiogenik yang memicu kanker.
  • Daging olahan, seperti sosis, ham, dan lain-lain, yang mengandung bahan pewarna dan pengawet yang berbahagia bagi hati. Kadar natrium yang tinggi juga menyebabkan hipertansi dan gangguan ginjal, hingga bisa memicu kanker.
  • Mie Instant, mengandung bahan pengawet, serta kadar garam di dalam mie instant menyebabkan kerja ginjal menjadi berat.
  • Makanan manis beku, seperti es krim, cake beku, dan lain-lain. Makanan ini pada umumnya mengandung mentega tinggi yang dapat mengakibatkan obesitas dan kadar gula tinggi.
  • Daging berlemak dan jeroan, mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang meningkatkan resiko penyakit jantung koroner, kanker usus besar, dan kanker payudara.

Tips Menghindari Junk Food

  • Memperbanyak minum air putih. Hal ini akan membuat kita mengurangi dan membatasi pengkonsumsian soft drink dan minuman berasa lainnya.
  • Mengkonsumsi buah-buahan segar dan tutuh, namun lebih baik untuk menghindari jus kemasan karena di dalamnya terdapat pengawet dan bahan kimia.
  • Mengkonsumsi sayuran berdaun yang kaya akan andungan serat, serta bermanfaat untuk mencegah kadar gula berlebih dalam darah.
  • Batasi mengkonsumsi kulit ayam (saat makan ayam georeng) karena banyak lemak jenuh dan kandungan kolesterol.
  • Minum teh hijau yang kaya akan antioksidan memberikan suntikan energi di pagi hari. Minum segelas teh hijau tanpa gula berkhasiat mencegah kerusakan sel-sel tubuh.

Tidak masalah anda tetap mengkonsumsi makanan-makanan seperti junk food dan lainnya, namun tetap harus diperhatikan kadar dan takarannya. Apalagi jika memakan junk food yang biasanya ditemani oleh soft drink yang mengandung soda. Soft drink tidak kalah berbahayanya bagi tubuh. Selain karena kandungan gula yang sangat tinggi, soft drink dapat merusak tulang karena mengurangi kandungan mineral yang ada pada tulang. Disarankan untuk memakan junk food sekitar 3-4 bulan sekali saja demi terjaganya kesehatan kita. Dan tetap mengimbanginya dengan memakan makanan bergizi lainnya serta memperbanyak mengkonsumsi sayur dan buah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed