Betapa mulianya seorang ibu

Betapa mulianya seorang ibu

Berbicara mengenai peran seorang ibu, tentu yang paling membekas dalam ingatan kita bagaimana perjuangannya ketika mengandung 9 bulan lamanya, dan hampir meregang nyawa saat melahirkan sang buah hati. Belum lagi, ketika ia harus merawat, mengasuh, dan mendidiknya dengan ilmu agama dan pengetahuan yang bermanfaat, agar kelak buah hatinya mampu tumbuh menjadi generasi penerus bangsa dengan berbagai prestasi gemilang, apalagi kalau beliau juga harus membantu suami nya dalam mencari nafkah , bagaimana beliau membagi waktu antara pekerjaan rumah dan pekerjaan kantor atau usaha demi untuk membesarkan anak-anaknya sehingga kelak menjadi orang yang berguna dan mandiri .

Ibu adalah sosok yang penuh cinta dan kasih sayang, yang menjadikan rumah tangga penuh ketentraman dan ketenangan. Petuah-petuahnya yang bermanfaat, lembut, dan mendamaikan, serta menghapus duka dan lara yang berkecamuk di hati.

Namun, sosok seorang ibu yang begitu luarbiasa ini rupanya masih dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Kebanyakan dari mereka beranggapan, seorang ibu yang hanya mampu mengurus anak dan berkegiatan di dapur, kalah hebat dengan mereka para ibu yang bergelut dalam dunia kerja. Maka bagaimana mungkin peran pentingnya ini diremehkan hanya karena ibu rumah tangga   tidak mendapatkan hasil berupa uang?padahal kerjaan seorang ibu itu  tidak ada habisnya sejak bangun tidur sampai beliau tidur lagi beliau selalu sibuk mengurus pekerjaan rumah tangga , anaknya , suaminya, bahkan terkadang dirinya sendiri tak terurus , hanya berbalut daster, dan bau apek,  kadang beliau pun sudah tidak memikirkan dirinya sendiri , apa yang dipikirkan bagaimana caranya anaknya kelak menjadi orang yang sukses dan soleh/ah dan bermanfaat.

Padahal, Islam sendiri menempatkan peran seorang ibu sangatlah mulia dengan segenap tugas-tugasnya sebagai pengatur rumah tangga, mencetak, dan mendidik generasi. yang berakhlak mulia  dan bermasa depan  baik  Jika peran tersebut dapat dilaksanakannya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran yang luarbiasa, tentu indahnya istana surga kelak menjadi imbalannya yang tiada tara.

Dari Abu Hurairah meriwayatkan bahwa seseorang datang kepada Rasullullah SAW dan mengajukan beberapa pertanyaan, ‘wahai Rasullullah siapa orang yang paling berhak saya perlakukan dengan baik?’Rasulullah bersabda,”Ibumu”, dia bertanya, “setelah itu siapa?” Rasulullah menjawab,”Ibumu”, dia bertanya lagi, “setelah itu siapa”Rasulullah menjawab,”Bapakmu,”(HR.Bukhari-Muslim).

Untuk itu, memuliakan seorang ibu menjadi salah satu kewajiban setiap anak, mengingat betapa besar peran dan perjuangan yang selama ini dilakukannya. Allah SWT pun berfirman:

“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya ; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepada Ku-lah kamu kembali” (QS. Luqman : 14).

Melihat betapa besar kedudukan dan perjuangan seorang ibu, belum ada kata terlambat bagi setiap anak untuk berbakti kepada kedua orangtuanya. Moment Hari Ibu jatuh setiap tanggal 22 Desember menjadi saat yang tepat bagi kita untuk mewujudkan harapan-harapan yang menjadi impian selama ini, setidaknya meski hanya sekedar membuatnya tersenyum. Bahkan sebaiknya setiap hari sebagai seorang anak kita mengingat jasa seorang ibu, sekedar memperhatikan beliau, bertanya kabarnya, memenuhi kebutuhannya bahkan mengurus beliau ketika sudah renta, itu semuapun tak cukup untuk membalas jasa beliau.

Semoga kita semua  termasuk seorang anak yang memuliakan jasa seorang ibu .Karena surga itu di telapak kaki ibu.

Ya Allah muliakanlah ibu kami, berikanlah kesehatan  untuk beliau, berikan tempat terbaik kelak untuk ibu kami, sayangilah beliau seperti ketika beliau menyayangi kami ketika kecil .

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply