by

Cara mengatasi mental block

Mental block dalah hambatan psikologis yang ada dalam diri seseorang yang menghalangi seseorang untuk meraih kesuksesan.

Untuk mengatasi “mental block” ini, saya ingin berbagi TIP dengan teman-teman semua. Manfaatkanlah waktu setelah sholat dan dzikir untuk melakukan “muhasabah”

Mungkin dalam diri kita, adakalanya masih muncul pikiran dan perasaan negatif seperti marah, sinis, ujub, sombong, minder, riya.

Karena sifat-sifat negatif itu akan menghalangi kita, menjadi mental block bagi kita, dalam rangka mengalirkan energi positif, dalam rangka bekerja dan berkarya dengan optimal, dalam rangka memberikan manfaat dan berkontrobusi kepada sesama dengan sebaik-baiknya.

Mungkin dalam diri kita kadangkala masih muncul sikap egois, mementingkan diri sendiri, kurang peduli pada orang lain, kurang perhatian dan kasih sayang pada keluarga.

Karena kehidupan keluarga yang gersang, kering kerontang akan “menghalangi” kita, menjadi mental block, dalam rangka bekerja, berkarya dan menikmati hidup dengan lebih baik.

Mungkin kita masih “pelit”, mau menyumbang ke masjid atau ke panti asuhan tapi dengan uang recehan yang sudah kumal. Hanya mau memberi kepada orang yang membutuhkan dengan memberikan barang-barang yang sudah “terbuang”.

Kalau demikian pikiran kita maka cobalah sedikit-sedikit kita menyisihkan uang kita  untuk berbagi agak banyak , lalu coba juga berbagi makanan, kalau kita makan enak coba tetangga yang  kurang beruntung kita bagi juga, dan banyak lagi kebaikan yang bisa kita lakukan untuk orang sekitar kita, demikian juga kita bisa memberi jasa kita, pakaian kita dan banyak lagi selama kita bisa yang bermanfaat..

Minta maaflah juga kepada orang tua, kepada orang orang yang lebih tua, orang yang pernah kita sakiti supaya apa yang jadi penghalang kita  menjadi hilang sedikit demi sedikit, cobalah berpikir positif bahwa kita bisa .

Dan maafkah juga orang-orang yang pernah menyakiti kita dan yang pernah memberi perkataan yang kurang baik sebaiknya lupakan saja, dan ikhlaskan , Allah lebih tahu  apa yang terbaik untuk kita.

Karena mana mungkin kita berharap Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, mau memberi dan menyayangi kita, memberikan pemberian Nya yang terbaik bagi kita, bila kita sendiri tidak mau menyayangi dan menyantuni sesama yang membutuhkan dengan sebaik-baiknya.

Sementara kita melakukan muhasabah ucapkan, “Astaghfirullahaladzim”

Kemauan kita untuk terus “instrospeksi” sangat bermanfaat untuk menjaga kelenturan / plasticity sel-sel otak kita untuk terus tumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik. Insya Allah.

This content is restricted to site members. If you are an existing user, please log in. New users may register below.

Existing Users Log In
   
New User Registration
*Required field

News Feed