by

Dehidrasi Dominasi Gangguan Kesehatan Jamaah

MADINAH- Dehidrasi masih mendominasi kasus gangguan kesehatan yang di alami oleh jamaah haji Indonesia. Selain dehidrasi, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah mencatat pula kasus patah tulang lengan dan kaki serta demensia yang banyak diderita jamaah.”Mereka berangkat dari Indonesia sudah sakit. Di sini makin bertambah karena cuaca yang panas, juga kondisi lingkungan baru,” kata Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, Tjetjep Ali Akbar, dalam keterangannya kepada petugas Media Center Haji Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) daerah kerja Madinah, akhir pekan lalu. Dia mengatakan, sejauh ini terdapat tujuh pasien yang telah dirujuk ke RS king Fahd, yaitu tiga orang masih dirawat,tiga orang telah keluar , dan seorang meninggal dunia. Dehidrasi adalah gangguan dalam keseimbangan cairan atau air dalam tubuh karena pengeluaran air lebih banyak pengeluaran dari pada pemasukan. Gangguan kehilangan cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolit tubuh yang pada tingkat berat, yaitu jika penurunan cairan kesadaan, koma, bahkan bisa saja meninggal dunia. Untuk mengatasi masalah tersebut, Tjetjep menjelaskan , KKHI sudah diperkuat oleh para dokter spesialis  dengan jumlah tempat tidur mencapai 45 unit dan obat-obatan yang mencukupi. KKHI juga dilengkapi dengan beberapa unit ambulans.

Gelang Berwarna

Untuk para jamaah haji Indonesia yang mempunyai riwayat penyakit dan butuh perhatian khusus telah diberikan sebuah gelang berwarna sebagai penanda. Gelang berwarna tersebut terbagi menjadi tiga warna yaitu merah, kuning, dan hijau. Menurut Ketua Tim Promosi dan Preventif Dokter, Yan Bani Luza, gelang berwarna merah diberikan kepada jamaah yang butuh perhatian khusu dan dia harus melakukan pemeriksaan ke dokter kloter dua hari sekali. Sedangkan, gelang berwarna kuning harus berhati-hati sehingga harus di periksa tiga hari sekali ke dokter kloter. “kemudian yang hijau juga mesti diperiksakan paling tidak untuk jamaah diharapkan dapat diperiksa lima hari sekali,” kata Yan Bani usai memberikan penyuluhan kepada calon jamaah haji asal Provonsi Aceh dan Medan di salah satu hotel di Madinah. Menurutnya, jamaah haji yang menggunakan salah satu dari ketiga warna tersebut harus sering diperiksakan oleh dokter kloternya masing-masing, baik dalam keadaan sehat maupun dalam kondisi tidak sehat. Terlebih sekitar 60-70 persen jamaah haji Indonesia adalah jamaah berisiko tinggi(risti).” Jamaah yang memakai salah satu dati ketiga warna tersebut harus sering di periksa oleh dokter,”ucapnya. Apabila terlambat mengantisipasi, kata dia, makin banyak yang jatuh sakit dan makin besar kemungkinan meninggal dunia. Oleh karena itu, dengan partisipasi dari tenaga keseluruhan dari tim kesehatan dan semua berkolaborasi, kasus-kasus yang risti bisa ditangani sesegera mungkin dan angka pesakitan dapat dicegah,” kata Yan. Hingga Sabtu (13/8), jamaah haji asal Indonesia meninggal dunia di Madinah, yakni jamaah haji asal Pono Medjo (79 tahun) dan jamaah haji asal Aceh Tenggara Nurhayati binti Said (68). Musim haji tahun ni di perkirakan akan berlangsung ditengah suhu udara yang ekstrem. Untuk memperbanyak makanan bergizi, makan buah, minum vitamin, memperbanyak minum air putih, serta olahraga teratur guna menjaga kondisi kesehatan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed