Dirbina: Tenaga Musim Haji Harus Pahami Tipologi Jemaah

By: On: test
Dirbina: Tenaga Musim Haji Harus Pahami Tipologi Jemaah

Direktur Pembinaan Haji Muhajirin Janis meminta para tenaga musiman (temus) untuk benar-benar memahami tipologi jemaah haji Indonesia. Pemahaman ini penting dalam rangka pelaksanaan tugas pelayanan yang akan dijalani para petugas haji, termasuk dari unsur temus.

Menurutnya, tipologi jemaah haji Indonesia sebagian besar merupakan orang yang baru pertama pergi ke luar negeri, baru pertama naik pesawat, baru pisah dengan keluarga, baru mengurus dirinya sendiri, baru melihat keramaian orang, bahkan baru keluar kota dan lain-sebagainya. “Dengan tipologi jemaah yang demikian, perlu kita lakukan dukungan psikologi, bimbingan, arahan agar mereka dapat beribadah secara baik,” demikian pesan Muhajirin saat menutup Orientasi Tenaga Musiman Haji Tahun 2016 di Jeddah, Sabtu (06/08).

Selain soal kultur, keragaman jemaah haji Indonesia juga mencolok pada aspek-aspek lainnya, seperti pendidikan, status sosial, ekonomi, dan lain-lain. “Perbedaan mereka juga dalam aspek keinginan, latar belakang pendidikan, dan status sosial. Ada di antara mereka pejabat. Selain itu, bekal keuangan beda, ketaatan beda, ketahanan fisik beda. Semua ini adalah potret jemaah yang harus kita layani dengan sabar,” tutur Muhajirin.

Karenanya, Muhajirin menegaskan bahwa para peserta orientasi bukan semata tenaga musiman. Lebih dari itu, mereka adalah tenaga ahli yang sudah menguasai wilayah Saudi, ahli dalam Bahasa Arab, serta bidang lainnya. “Saya lebih mempersepsi tenaga yang ada di sini adalah para tenaga ahli,” ucap Muhajirin.

Kepada mereka, Muhajirin meminta agar memberi perhatian khusus pada proses perpindahan konsentrasi jemaah dari Makkah, Madinah, Arafah & Mina. Menurutnya, meski tugas dan tanggung jawab sudah dibagi berdasarkan daerah kerja, Mantan Kepala Kanwil Gorontalo ini mengingatkan para temus agar tidak santai hanya karena merasa bukan tugasnya. Pelayanan kepada jemaah haji harus dilakukan semaksimal mungkin, kapan dan dimanapun.

“Kami minta semua tetap bekerja melayani, bila ada yang berlaku seperti tamu, tolong dicatat dan dilaporkan,” tegasnya.

Orientasi Tenaga Musim Haji berlangsung selama selama 3 hari, dari 4 6 Agustus 2016. Kegiatan yang dikuti oleh 480 an petugas temus ini dikemas secara interaktif, dinamis, produktif, dan efektif. Banyak hal baru yang disampaikan dan banyak pelajaran yang dipetik oleh setiap petugas baik dari tenaga yang berafilisasi kepada Kemenag maupun Kementerian Kesehatan.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply