Doa Sang Anak Kepada Ayahnya

Doa Sang Anak Kepada Ayahnya

Suatu hari, Hasan Al Bashri bertemu dengan seorang perempuan yang terus menangis di pusaran sang ayah. Sambil memeluk makam, sang anak terus bertanya mengenai keadaan ayahnya setelah meninggal. Hasan pun  mengingatkan perempuan tersebut agar tak terlalu larut dalam kesedihan dan mengingatkan untuk senantiasa mendoakan sang ayah di alam kubur.

Diceritakan dari Hasan Al Bashri , ia sedang duduk dipintu rumahnya. Tiba-tiba ada jenazah seorang lelaki di belakangnya di iringkan para manusia . seorang gadis ikut mengantarkan di bawah usungan jenazah itu dengan menguraikan rambutnya sambil menangis. Hasan Al Bashri lalu bangun dan ikut mengantarkan jenazah itu. Saat di pemakaman, anak gadis tadi berkata,”hai bapakku, selama umurku aku sudah tidak akan menghadapi hari seperti ini.” Hasan Al Bashri berkata,” kamu sudah tidak akan menghadapi ayahmu seperti hari ini,” kemudian, Hasan Al Bashri menyalati jenazahnya, lalu pulang.

Anak yang Berbakti

Pada pagi harinya Hasan Al Bashri shalat subuh. Setelah itu, saat matahari terbit, ia duduk dipintu rumahnya.tiba-tiba ia melihat anak gadis yang kemarin ia temui menangis dan pergi ke kuburan bapaknya untuk menziarahinya. Hasan Al Bashri berkata dalam hati. ”Anak gadis ini anak yang diberi hikmah. Aku akan mengikutinya, barangkali ia mengatakan ucapan yang bermanfaat bagiku,” Hasan Al Bashri terus mengikutinya. Setelah putri itu sampai dikuburan bapaknya, Hasan Al Bashri bersembunyi dari pandangannya di bawah pohon berduri agar dia tidak terlihat.

Putri itu terus merangkul kuburan bapaknya sambil meletakan pipinya pada tanah seraya mengatakn,” hai bapakku, bagaimana engkau bermalam sendirian dalam kegelapan kubur tanpa lampu dan tiada orang yang menyenangkan? Aduhai ayahku, sayalah yang menyinari lampu engkau kemarin malam. maka siapakah yang menerangi lampu engkau tadi malam?” sang anak gadis pun kembali membuka obrolannya sendiri di depan pusara sang ayah. ”Sayalah yang mengulasimu kemarin malam, lalu siapakah yang mengulasimu tadi malam. Bapakku, akulah yang menyelimuti kedua tangan dan kakimu kemarin malam, maka siapakah yang menyelimutimu tadi malam, Hai Ayah, akulah yang mengambilkan engkau minum kemarin malam. Lalu siapakah yang memberi minum engkau tadi malam. Hai ayah, akulah yang membolak-balikkanmu dari arah kanan ke kiri. Maka siapakah yang membolak-balikan engkau tadi malam. Hai ayahku, akulah yang menutupi auratmu ketika telanjang kemarin malam. lalu siapakah yang menutupi tadi malam. Hai bapakku, engkau kemarin malam memanggil aku, lalu aku menjawab, maka siapa yang engkau panggil dan yang menjawab engkau tadi malam,” ucap anak perempuan itu sambil terisak.

Diingatkan

Setelah Hasan Al Bashri mendengar ucapan perempuan itu, maka ia menangis dan menampakkan dirinya kepada perempuan tadi. Hasan mendekatinya seraya berkata,” hai sang putri, janganlah anda mengucapkan perkataan-perkataan seperti itu, tetapi katakanlah,” hai ayah, kemarin aku menghadapkanmu ke kiblat, maka apakah engkau masih tetap menghadap kiblat atau sudah berpaling? Hai ayahku, aku mengkafanimu dengan kafan yang baik, maka apakah kafan itu masih tetap atau sudah terlepas? Hai ayahku, aku meletakkan tubuhmu dalam kubur dalam keadaan masih utuh, lalu apakah sekarang masih utuh?”.

Hasan Al Bashri terus memberikan penjelasan tentang pertanyaan yang dilontarkan kepada sang anak. Seharusnya ia tak menanyakan hal seperti itu ketika sang ayah tidak lagi di dunia. Setelah mendengar penjelasan yang di berikan oleh Hasan, sang anakpun menyesali dan mengoreksi segala perkataan dan pertanyaan yang diberikan kepada sang ayah . lalu ia berkata kepada hasan.” Hay al Hasan, saya sangat berterimakasih atas kebaikanmu mengingatkan ucapanku pada ayahku. terimakasih atas kebaikanmu.” Akhirnya wanita itu pulang bersama al Hasan dengan menangis.

Sumber : Nurani

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply