Gangguan psikosomatik , tanggulangi dengan ibadah

Gangguan psikosomatik , tanggulangi dengan ibadah

stress1

Manusia adalah mahluk somato-psiko-sosial-spiritual, yang terdiri dari fisik, jiwa , spiritual, dan mahluk yang harus berinteraksi secara sosial dengan orang lain yang keempatnya saling berinteraksi karena unsur-unsur tersebut saling berkait, dan saling mempengaruhi sejak saat pembuahan sampai akhir hayatnya. Semua permasalahan yang timbul harus dicari keterkaitannya dengan melihat keempat unsur tersebut, agar pemecahannya masalah manusia lebih optimal

Bila permasalahan yang timbul hanya dilihat satu aspek saja , sedang ke-3 yang lain tidak diperhatikan , maka pemecahan masalah tidak akan berjalan secara sempurna . pendekatan seperti ini disebut pendekatan holistik.yang mempertimbangkan dan memperhatikan manusia dalam 4 unsur secara keseluruhan

Penyakit yang bisa timbul akibat stress:

Sakit kepala
Penyakit yang timbul akibat stres yang pertama adalah sakit kepala. Sakit kepala merupakan salah satu penyakit yang paling sering muncul akibat stres. Saat stress, otak bekerja lebih keras dari biasanya sehingga menyebabkan rasa sakit pada kepala. Sakit kepala sebelah atau migraine merupakan jenis sakit kepala yang terjadi akibat stress.

sakitkepala

Kram
Penyakit yang timbul akibat stres yang kedua adalah kram. Kram terjadi karena saat stress otot-otot tubuh mengalami ketegangan. Selain kram, ketegangan ototo tubuh saat stress juga bisa menyebabkan kaku leher, bahu maupun nyeri punggung.

Jantung
Penyakit yang timbul akibat stres berikutnya adalah penyakit jantung. Ketika sedang stres, jantung akan berdetak lebih kencang dari biasanya. Selain itu, saat stres tubuh mengeluarkan hormon stres yang merupakan racun bagi jantung.

Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi juga merupakan salah satu penyakit yang timbul akibat stres. Saat stres, tekanan darah akan meningkat yang menjadi penyebab munculnya tekanan darah tinggi

Stroke
Penyakit yang timbul akibat stres selanjutnya adalah stroke. Stroke bisa terjadi karena adanya penyumbatan aliran darah pada otak. Saat stres, otak memompa darah terlalu cepat yang dapat mengakibatkan tersumbatnya aterosklerosis.

Kanker
Penyakit yang timbul akibat stres yang selanjutnya adalah kanker. Stres merupakan kontibutor utama penyebab kanker. Stres melemahkan system kekebalan tubuh yang secara signifikan menguarngi jumlah sel-sel T dalam tubuh yang bertanggung jawab untuk melawan kanker. Stres juga dapat mengurangi jumlah sels-sel T baru yang dibuat dan mengurangi jumlah sel-sel darah baru yang diciptakan.

Insomnia
Penyakit yang timbul akibat stres berikutnya adalah insomnia. Insomnia adalah penyakit gangguan tidur. Stes menjadi penyebab utama insomnia. Saat stress, tubuh meningkatkan produksi adrenalin. Adrenalin merupakan zat kimia yang diproduksi otak untuk meningkatkan kewaspadaan dan membuat Anda tetap terjaga. Itulah mengapa saat Anda stress, Anda mengalami insomnia dan sulit untuk tidur.

Ulkus
Penyakit yang timbul akibat stres selanjutnya adalah ulkus. Ulkus adalah penyakit yang menyerang lambung dan menyebabkan kerusakan pada lambung. Stres meningkatkan produksi asam lambung. Peningkatan produksi asam lambung inilah yang menyebabkan munculnya penyakit ulkus. Selain itu, stress juga menyebabkan ketegangan pada otot-otot tubuh sehingga tubuh mengalami kesulitan dalam mencerna makanan.

Rheumatoid Arthritis
Penyakit yang timbul akibat stres berikutnya adalah Rheumatoid Arthritis. Rheumatoid Arthritis merupakan salah satu penyakit auto imun. Rheumatoid Arthritis terjadi karena adanya kesalahan dalam system kekebalan tubuh. Pada rheumatoid arthritis system kekebalan tubuh menjadi salah sasaran dan menyerang sel tubuh sendiri yang mengakibatkan kerusakan jaringan tubuh.
Stres, ketegangan dan depresi memperparah kondisi ini.

Obesitas
Penyakit yang timbul akibat stres selanjutnya adalah obesitas. Beberapa orang mengkonsumsi makanan secara terus menerus saat stress. Kondisi ini akan menyebabkan tidak terkontrolnya jumlah makanan yang masuk kedalam tubuh yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan secara signifikan atau obesitas.

obesitas

Penyembuhan seseorang akibat gangguan psikosomatik ini tidak hanya berupa obat-obatan yang disesuaikan dengan gejala yang timbul tapi juga dengan menganjurkan pola hidup yang baik, olah raga, menyalurkan hobi, dan yang juga sangat penting adalah meningkatkan ibadah. Dengan peningkatan motivasi beribadah dan sikap beribadah, maka pasien akan memperkuat mental dan psikisnya , dan mendapat ketenangan. Dengan mengingat Allah maka harinya akan menjadi tenang dan tentram seperti Dalam Al-Quran surat Al-Rad (13:28) Allah berfirman. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

dadang_hawari-300x250

Menurut  Psikiater Prof Dadang Hawari Ada beberapa pengelolaan terhadap stress, yaitu

  1. Olah raga.
  2. Rekreasi
  3. Kasih sayang
  4. Sosial ekonomi
  5. Menghindari Rokok
  6. Pergaulan/Silaturahmi
  7. Tidur yang cukup
  8. Makanan yang seimbang dan teratur
  9. Pengelolaan waktu yang baik
  10. Agama

Motivasi adalah kecenderungan yang timbul pada seseorang untuk melakukan sesuatu aksi atau tindakan dengan tujuan tertentu yang dikehendakinya. Dengan motivasi, kita akan mengukur prilaku orang tersebut , bagaimana ia memberi perhatian, mengetahui relevansi antara motivasi dan kebutuhannya, kepercayaan dirinya dan hasil yang dirasakannya setelah ia melaksanakan motivasi, yang kemudian oleh peneliti di nilai sikap dan prilakunya .

Ibadah adalah amalan yang diniatkan untuk berbakti kepada Allah SWT, dengan menjauhi laranganNya dan melaksanakan perintahNya, yang pelaksanaanya diatur, secara syariah.

Jadi perilaku Ibadah adalah sikap seseorang untuk berbakti kepada Allah untuk mencapai tujuan hidupnya, yaitu mendapat ridho Allah..

Bagaimana kita menanggulangi stress agar terhindar dari psikosomatik , adalah dengan beribadah yang iklash. Allah berfirman dalam Al-Quran ” Katakanlah ,’Sesungguhnya Shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam ” (al-An’amm:162)

QS Az-zumar 39:2. Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.

Gangguan psikosomatik adalah gangguan atau penyakit dengan gejala-gejala yang menyerupai penyakit fisis dan diyakini adanya hubungan yang erat antara suatu peristiwa psikososial tertentu dengan timbulnya gejala-gejala tersebut (IPD Mudjaddid, Shatri,, 684).

Gangguan psikosomatik tidak terlepas dari berbagai stresor psikososial dimana setiap keadaan atau peristiwa yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan seseorang, sehingga ia harus menyesuaikan diri menanggulangi segala perubahan yang timbul, dan jenis-jenis stresor yang timbul misalnya: (1) stresor sosial seperti masalah pekerjaan, masalah ekonomi, masalah pendidikan, masalah keluarga, hubungan interpersonal, perkembangan, penyakit fisik, masalah kekerasan rumah tangga (2) stresor psikis seperti perasaan rendah diri, frustasi., malu, merasa berdosa. (3) stresor fisis (panas, dingin, bising, bau yang menyengat, banjir) dan lain-lain.

Stress menurut Hans Selye seorang ahli fisiologi dari Universitas Montreal merumuskan bahwa stress adalah tanggapan tubuh yang sifatnya nonspesifik terhadap tuntutan atasnya.

Menurut Dadang Hawari, istilah stress dan depresi sering kali tidak dapat dipisahkan, setiap permasalahan kehidupan yang menimpa seseorang (disebut stresor psikososial) dapat menyebabkan gangguan fungsi/faal organ tubuh. Reaksi tubuh (fisik) ini disebut stress, dan manakala fungsi organ-organ tubuh tersebut sampai terganggu dinamakan distress. karena stress tidak dapat dihindari yang penting bagaimana manusia itu dapat menyikapi hidupnya tampa harus mengalami distress.

(Hawari, 1998:44)

Kegelisahan adalah pangkal dari stress, menurut Hans Selye Stress may also be defined as “the sum of physical and mental responses to an unacceptable disparity between real or imagined personal experience and personal expectations.(Stress juga dapat diartikan sebagai sejumlah respon fisik dan mental yang tidak diharapkan karena ketidak seimbangan antara yang terjadi atau yang di angankan dengan yang diharapkan” Gejala fisik yang terjadi dapat akut atau kronik (Wikipedia, the free encyclopedia)

Dalam mengahadapi stress, respon tubuh terhadap perubahan tersebut dapat dibagi menjadi 3 fase (1)Alarm reaction (reaksi peringatan), pada fase ini tubuh dapat mengatasi stressor (perubahan) dengan baik, (2)The Stage of resisten (reaksi pertahanan), reaksi terhadap stresor sudah melampaui tahap kemampuan tubuh. Pada keadaan ini sudah dapat timbul gejala psikis dan somatic, (3)Stage of Exhaustion (reaksi kelelahan). Pada fase ini gejala-psikosomatik tampak jelas.

Dasar-dasar psikopatofisiologi , gangguan psikis/konflik emosi yang menimbulkan gangguan psikosomatik ternyata juga diikuti dengan perubahan fisiologis dan biokemis pada tubuh seseorang, dan perubahan fisiologi ini berkaitan erat dengan adanya gangguan sistem syaraf outonom vegetatif, sistem endokrin dan sistem imun

dari berbagai sumber 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply