Ibadah Tersembunyi Yang Di Cintai Allah

By: On: test
Ibadah Tersembunyi Yang Di Cintai Allah

Semua orang tentu ingin di cintai Allah. Tapi, tentu tidak mudah, perlu riyadhah yang sungguh-sungguh. Seperti membiasakan shalat malam, zikir, dan menyedekahkan harta diam-diam.

Sebenarnya merebut hati teman kita, sahabat kita, apalagi atasan kita, lebih sulit dibandingkan dengan merebut cinta Allah SWT. Tapi anehnya, kita lebih sibuk untuk merebut perhatian manusia.

Para ulama memberikan nasihat, jika kita ingin dicintai Allah SWT, mari berusaha merahasiakan amal kebaikan kita. Apa saja amal tersembunyi yang dicintai Rab kita? Berikut amalan yang dimaksud:

Biasakan Shalat Malam

Pertama, shalat malam. Tentu yang lebih utama adalah shalat tahajud lengkap dengan witirnya. Namun, jika masih merasa berat, minimal satu rakaat witir. Lakukanlah langsung setelah Isya, atau sebelum tidur, atau sebelum fajar supaya dicatat di sisi Allah sebagai bagian dari bangun malam.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Ia berkata: “Kekasihku shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepada ku untuk berpuasa tiga hari dari setiap bulan, shalat witir sebelum tidur, dan dari shalat duha,dan sungguh itu adalah shalatnya awwabin, shalatnya orang-orang yang banyak taat kepada Allah),” (HR Ahmad dan Ibnu Huzaimah. Syekh Al Albani menshahihkannya dalam Shahih  al-Targhib wa al-Targhib).

Apalagi kalau kita tidak yakin akan terbangun di akhir malam untuk shalat Tahajud.

Mendamaikan Orang Bertengkar

Kedua, berusaha mendamaikan dua orang yang berkonflik atau bermusuhan. Rasulullah SAW bersabda, “Maukah kalian ku beri tahu amalan yang pahalanya lebih baik dari pada shalat, puasa dan sedekah?”

“Mau ya Rasulllah,” jawab para sahabat. Rasulullah melanjutkan, “Yaitu mendamaikan dua orang yang berseteru. Adapun merusak dua orang yang berseteru adalah ‘pencukur’ (pahala).”

Berzikir

Ketiga; banyak-banyaklah berzikir kepada Allah. Sesungguhnya tidak ada yang lebih disukai Allah melebihi kita mengingat-Nya. Rasulullah SAW bersabda, “Maukah kau ku tunjukan amalan yang paling baik, paling suci di sisi sang Maharaja dan paling tinggi di derajat kalian, lebih baik bagi kalian dari pada bertemu musuh, kemudian kalian saling memukul leher?”

“Mau,” jawab para sahabat. Rasulullah meneruskan; “Berzikir mengingat Allah subhanahu wa ta’ala.”

Salah satu dzikir yang dianjurkan Rasulullah SAW agar meraih cinta Allah antara lain; “Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akhbar.” Rasulullah SAW bersabda, “lazimkan membaca Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akhbar, karena semua itu dapat menghapuskan dosa sebaimana gugurnya daun dari pohon,” (HR Ibnu Majah).

Sedekah Diam-Diam

            Keempat, sedekah diam-diam. Apakah yang terang-terangan tidak baik? Tentu saja baik, tapi sahabat Abu Bakar mencontohkan bahwa ia sering bersedekah diam-diam. Sesungguhnya bersedekah diam-diam meredakan murka Tuhan. Jika shalat Fajar, Abu Bakar terbiasa pergi ke padang pasir, kemudian kembali lagi sejenak ke Madinah. Karena penasaran, suatu hari Umar bin Khattab membuntutinya. Ternyata yang dikunjungi Abu Bakar adalah sebuah tenda kumuh di tengah padang pasir. Umar pun bersembunyi di belakang batu besar. Dan tak lama kemudian Abu Bakar pun keluar dari tenda itu.

Setelah Abu Bakar berlalu, umar masuk ketenda tersebut. Ternyata di dalamnya terdapat seorang wanita tua dan buta bersama seorang bayi kecil. Umar bertanya, “siapa yang datang tadi kepada kalian?”

Wanita itu menjawab “Aku tidak tahu. Yang jelas Ia seorang Muslim. Setiap pagi Ia datang kemari.”

“apa yang ia perbuat?”kejar Umar. Wanita itu berkata, “ia menyapu rumah kami, mencampur adonan kami, memeras susu ternak kami, lalu keluar.”

Sambil keluar Umar berkata, “Engkau membuat lelah penggantimu wahai Abu Bakar. Engkau membuat lelah penggantimu wahai Abu Bakar.”

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa suatu hari Thalhal bin Ubaydillah melihat Umar keluar di kegelapan malam,. Saat itu Ia masuk ke sebuah rumah, kemudian keluar lagi. Begitu Ia lakukan berulang kali dengan rumah yang berbeda. Thalhah penasaran ingin tau apa yang diperbuat Umar dirumah-rumah itu pagi harinya, Thalhah pergi kerumah pertama yang dimasuki Umar. Ternyata disana ada perempuan buta dan tidak bisa apa-apa karena sudah tua. Thalhah  bertanya, “Untuk apa orang ini datang kemari?”

Perempuan itu menjawab, “Ia sudah terbiasa sejak dulu. Ia datang membawa sesuatu yang baik untuk ku dan mengeluarkan rasa sakit dari ku.” Sambil keluar, Thalhah berkata, “Ibumu kehilangan mu, wahai Thalhah.”

 

Sumber Nurani

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply