by

Indeks Syariah dan Rupiah Bangkit

Detikhalal.com – Sentimen rontoknya bursa Wall Street sudah dilupakan pelaku pasar. Menjelang libur akhir pekan, pemodal lokal ramai-ramai turun ke lantai bursa memborong saham-saham yang kemarin terkena koreksi harga.

Penguatan ini sesuai dengan prediksi beberapa analis yang menilai laju bursa saham Indonesia akan menguat meski naik tipis. Laju kenaikan juga melanda tiga indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada papan perdagangan BEI, Jumat 12 Oktober 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 1,817 poin (1,07%) ke level 171,774. ISSI menghijau sepanjang hari usai dibuka naik ke level 170,486 dan sempat bertengger di posisi puncak di 172,376.

Berbeda dengan kemarin, sejumlah saham unggulan syariah juga mulai kembali diburu investor. Dengan 17 emiten keping biru syariah yang menanjak, indeks Jakarta Islamic Index (JII), ditutup menguat 7,798 poin (1,24%) ke level 634,967.

Begitu pula dengan laju Indeks JII70 yang terangkat 2,276 poin (1,09%) ke level 210,308.

Secara keseluruhan, pasar modal Indonesia memang sedang dilanda aksi beli investor lokal. Terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat 53,668 (0,94%) ke level 5.756,490.

Saham Infrastruktur dan Keuangan Jadi Motor Perdagangan

Meski menanjak seharian, perdagangan saham syariah hari ini lebih sepi dibandingkan kemarin. Hingga paska-penutupan perdagangan, nilai transaksi jual beli saham syariah mencapai Rp3,41 triliun dari 41,65 miliar lembar saham.

Sayangnya, pemodal asing masih menahan diri masuk bursa saham Indonesia. Asing masih membukukan nett sell senilai Rp150 miliar. Aksi jual asing ini telah berlangsung 8 hari perdagangan berturut-turut.

Sebagian besar indeks sektoral menghijau. Saham infrastruktur melesat 2,06 persen, diikuti keuangan 1,69 persen, dan industri aneka 1,63 persen. Sementara indeks sektor barang konsumsi melemah 0,41 persen.

Emiten bluechip pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harganya naik Rp425, UNTR Rp275, UNVR Rp200, ICBP Rp150, dan ASII Rp125.

Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah AKRA yang harga sahamnya turun Rp60, TPIA Rp30, ITMG Rp25, LPPF Rp25, dan INDY Rp

Rupiah Perkasa

Rupiah untuk sementara menunjukan kekuatannya pada mata uang negeri Paman Sam. Sepanjang hari, kurs dollar AS terkoreksi setelah dibuka melemah di level Rp15.172.

Pada pukul 16.20 WIB, dollar AS bertengger di level Rp15.198. Kursnya turun 37 poin (0,24%) dari level pembukaan.

Dollar juga merosot ke level terendah di Rp15.163.

Sumber : Dream

This content is restricted to site members. If you are an existing user, please log in. New users may register below.

Existing Users Log In
   
New User Registration
*Required field

News Feed