by

KJRI Jeddah Gelar Orientasi Temus Haji 2016 di Saudi

Penyelenggaraan ibadah haji 1437H/2016M akan segera dimulai. Jemaha haji Indonesia akan mulai tiba di Saudi pada Selasa, 9 Agustus mendatang.

Sebagai bagian persiapan akhir, Kantor Urusan Haji KJRI Jeddah mengadakan orientasi bagi Tenaga Musim Haji untuk tahun haji 1437H/2016M. Staf Haji I Ahmad Dumyathi Basori menjelaskan bahwa orientasi yang diikuti ratusan tenaga musiman ini penting untuk memastikan kalau mereka memahami tugas pelayanan masing-masing selama bertugas di Arab Saudi.

Kegiatan orientasi berlangsung selama 3 hari, 2 4 Agustus 2016. Seremonial pembukaan dilakukan Selasa (02/08) di Gedung Serba Guna Kantor Urusan Haji KJRI Jeddah dan dihadiri beberapa pegawai Kementerian Agama RI, Kementerian Kesehatan RI, Tentara Nasional Indonesia, KBRI Riyadh, dan KJRI Jeddah.

Sejumlah narasumber kompeten dihadirkan, dari unsur KJRI dan PPIH Arab Saudi. Memberikan materi pada hari pertama, Act. Konsul Jenderal RI Jeddah, Dicky Yunus menjelaskan tentang Pelayanan Konsuler untuk Calon Haji. Menurutnya, perwakilan RI di Jeddah berperan dalam memberikan perlindungan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang mencakup tiga hal, yaitu: pencegahan, deteksi dini, serta perlindungan cepat dan tepat.

Kepada para temus, Dicky mengimbau agar mereka tidak melakukan pelanggaran hukum atau tindak kriminal selama bertugas. Selain itu, para petugas juga diminta tidak menerima titipan barang dari siapapun apalagi orang asing saat bepergian guna menghindari terjebak membawa barang terlarang. Tidak lupa padakesempatan tersebut, Act. Konjen RI Jeddah memberikan nomor hotline KJRI Jeddah yaitu 058 17 8 1945.

Narasumber lainnya adalah Teknis Perhubungan KJRI Jeddah, Nahduddin Hasan. Kepada para temus, Nahduddin memaparkan tentang angkutan udara jemaah haji Indonesia, bagaimana peran Kementerian Perhubungan dalam melayani jemaah haji Indonesia.

Sementara Staf Teknis Imigrasi KJRI Jeddah, I. Ismoyo menjelaskan materi mengenai Pembekalan Keimigrasian Bagi Tenaga Musim Haji tahun 2016. I. Ismoyo menjelaskan tentang dokumen yang sangat penting bagi jemaah haji, yaitu paspor.

Menurutnya, paspor terbagi tiga jenis, yaitu paspor Diplomatik, paspor Dinas, dan paspor Biasa. Jika ada jemaah haji yang kehilangan paspor di Arab Saudi, maka Teknis Imigrasi KJRI Jeddah akan menyiapkan dokumen berupa SPLP, Surat Perjalanan Laksana Paspor.

Selama orintasi, tenaga musiman juga mendapatkan penjelasan terkait kebijakan akomodasi penyelenggaraan haji 1437H/2016M. Kepala Bidang Akomodasi yang diwakili Nasrullah Jasam memberikan pemahaman tentang akomodasi bagi jemaah haji Indonesia selama di Saudi, baik di Madinah al Munawwarah maupun Makkah al Mukarramah.

Nasrullah mengingatkan para petugas agar selalu mengecek hal-hal terkait akomodasi, baik ketika jemaah haji berada di Madinah maupun di Makkah. “Yang harus menjadi perhatian petugas adalah, pengecekan spesifikasi dan fasilitas akomodasi meliputi pengecekan kelengkapan lobi gedung, AC, tempat resepsionis dan TV,” terang Nasrullah, Rabu (03/08).

“Juga pengecekan kelengkapan kamar tidur dari segi AC, tempat tidur, kasur yang baik dan tebal, bantal, sprei dan selimut. Kamar mandi juga harus dicek seperti peralatan mandi dan kloset, juga mengecek ketersediaan air bersih, mengecek kecukupan air bersih untuk mandi dan cuci,” tambahnya.

Hal yang tidak kalah penting untuk dicek petugas, lanjut Jasam, adalah kelengkapan ruang makan, meja dan kursi makan, tempat cuci tangan, dan tempat sampah. Semua ini penting dilakukan guna memberikan pelayanan terbaik baik para tamu Sang Maha Rahman.

 

(Sumber : kemenag.go.id)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed