LRT Transportasi alternatif di jakarta

LRT  Transportasi  alternatif di jakarta

Mungkin pernah ada yang ke singapore dan malaysia  juga thailand  tetangga kita , nah ternyata indonesia  juga akan mempunyai LRT yang sekarang sedang dibangun .Jadi jangan takut kemacetan lagi karena LRT akan banyak menolong sebagai transportasi anti macet .

Light Rail Transit (LRT) menjadi alternatif transportasi umum berbasis rel yang paling lincah. Pasalnya LRT akan dibangun melayang di atas, sehingga tidak memerlukan pembebasan lahan baru.

LRT memang tidak membutuhkan jalur rel yang terlalu besar, hanya butuh total sekitar 8 meter untuk 2 jalur rel LRT. Berbeda dengan rel monorel yang hanya satu, rel LRT ada dua sama seperti kereta biasa.

Jaringan LRT rencananya akan memanfaatkan jaringan KRL atau Busway yang sudah ada. Beberapa stasiun akan dibangun berdekatan untuk memudahkan penumpang berpindah ke jaringan angkutan yang lain.

Untuk tahap awal, Pemprov DKI Jakarta akan membangun 7 koridor. Sementara pemerintah pusat akan membangun koridor lain yang menghubungkan Jakarta-Bogor dan Jakarta-Bekasi.

Tidak seperti KRL, setiap rangkaian LRT hanya akan membawa 3-6 gerbong. Dengan kapasitas 250-390 orang per gerbong, setiap rangkaian bisa membawa 750-2.300 orang.

Untuk mengatasi banyaknya penumpang di stasiun, rangkaian LRT bisa datang setiap 3-5 menit di jam-jam padat.

Rute dan stasiun dalam peta baru perkiraan karena semuanya masih dalam perencanaan, mungkin baru bisa terwujud di 2018. Rencana awal Pemerintah DKI Jakarta ingin membangun total 7 koridor LRT, yaitu:

Koridor 1 Kebayoran Lama- Kelapa Gading 21,6 km
Koridor 2 Pulo Mas-Tanah Abang 17,6 km
Koridor 3 Joglo-Tanah Abang 11 km
Koridor 4 Puri Kembangan-Tanah Abang 9,3 km
Koridor 5 Pesing-Kelapa Gading 20,7 km
Koridor 6 Cempaka Putih-Ancol 5 km
Koridor 7 Bandara Soekarno Hatta-Kemayoran 30,5 km

Tapi pembangunan koridor sebanyak ini tentu akan membawa masalah kemacetan luar biasa. Jadi wajarlah pemda membuat rute yang jadi prioritas, yaitu koridor 1 dan 7. Sampai saat ini Gubernur DKI Jakarta masih mencari siapa yang akan menjadi operator dan kontraktor pembangunan jalur LRT. Sementara itu pemerintah pusat mencoba juga memfasilitasi koneksi Jakarta dan Jawa Barat (Depok, Bogor, dan Bekasi) dengan menugaskan Adhi Karya untuk membangun jaringan LRT dari Jakarta-Bekasi dan Jakarta-Depok-Bogor.

Kebetulan sekali ada beberapa tiang monorel yang mangkrak di tengah kota yang akan dimanfaatkan oleh para kontraktor LRT. Itulah sebabnya, jalur LRT Adhi Karya kelihatan agak bertumpuk dengan rencana awal LRT milik Pemda DKI Jakarta, khususnya di kawasan Senayan.

Pembangunan jaringan LRT ini akan menjadi pertaruhan, karena LRT akan menjadi model transportasi umum yang akan segera diterapkan di kota lain di daerah-daerah.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Satya Heragandhi mengatakan belum ada keputusan harga tiket kereta light rail transit atau  LRT Jakarrta. Namun, dia menyebut telah ada pertimbangan harga keekonomian mengacu pada tarif taksi, ojek online, dan bus Transjakarta.

“Kami berupaya mendekati harga keekonomian di bawah harga taksi dan ojek, di atas harga busway,” kata Satya di depo LRT Kelapa Gading, Jakarta, Minggu 15 April 2018.

 

Satya kemudian mencontohkan perhitungan tarif ketiga moda tersebut. Dari Kelapa Gading ke arah tengah, semisal Tanah Abang, Dukuh Atas, atau Sudirman, kata dia, menghabiskan biaya Rp 32-42 ribu.

Apabila naik ojek online, biayanya sekitar Rp 22-26 ribu. Sedangkan tarif busway yakni Rp 3.500 berlaku untuk semua jurusan.

Dengan acuan tersebut, Satya memperkirakan harga keekonomian tiket berada pada kisaran Rp 10-15 ribu. “Untuk ini senyaman-nyamannya Rp 10 ribu,” ujarnya.

Satya mengatakan ada kemungkinan harga tiket akan diterapkan berbeda tergantung waktu beroperasinya kereta. Pada jam sibuk, misalnya, harga tiket sebesar Rp 10 ribu, sedangkan di luar jam sibuk harga turun menjadi Rp 5 ribu.

“Ada kemungkinan penyesuaian tarif sesuai dengan kepadatan penumpang,” kata Satya.

Selain itu, akan ada harga khusus selama gelaran Asian Games 2018. Ajang olahraga empat tahunan itu akan digelar 18 Agustus-2 September mendatang. Setelah perhelatan itu berakhir, tiket LRT akan terintegrasi dengan tiket Transjakarta.

 

Dua gerbong kereta LRT tiba di Jakarta pada Jumat, 13 April 2018. Satu trainset kereta ringan itu lalu diangkut dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju depo LRT Kelapa Gading pada Sabtu malam-Minggu dini hari.

Kereta kemudian diangkat ke pocket track di jalur 5A LRT dan disiapkan untuk uji coba. Satya memperkirakan kereta  LRT akan menjalani uji coba pada pertengahan Mei 2018.

https://pusatdata.kontan.co.id/datavisual/transportasiibukota/lrt

https://metro.tempo.co/read/1079668/dirut-jakpro-perkirakan-harga-tiket-lrt-jakarta-rp-10-ribu

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply