by

Manfaat haji dalam kehidupan

Haji merupakan salah satu syariat Islam yang diwajibkan setidaknya sekali seumur hidup bagi Muslim yang berkemampuan. Tak hanya aktivitas spiritual, haji merupakan aktivitas multidimensi, yakni ibadah secara fisik, mental, material dan sosial.

Aktivitas spiritual melekat pada semua aktivitas haji sejak awal sampai akhir. Aktivitas fisik yang signifikan bisa terlihat pada sa’i, thawaf, melempar jumrah sampai dengan wukuf di Arafah. Aktivitas material tercermin dari biaya yang tidak sedikit yang harus kamu keluarkan. Aktivitas mental terlihat dari ketelatenan kamu menghadapi semua ritual ibadah haji yang menguras energi. Dari sisi sosial, ibadah haji dilengkapi dengan penyembelihan hewan kurban yang dagingnya dibagikan kepada yang berhak menerimanya.

Rasulullah SAW bersabda, “ Tidak ada balasan (yang pantas diberikan) bagi haji mabrur kecuali surga ,” (HR Bukhari). Artinya jelas bahwa tidak ada pahala bagi jamaah haji yang mabrur kecuali surga. Ini merupakan impian setiap jamaah haji.

Berbagai aktivitas haji yang dijalankan ini memiliki dampak positif bagi kehidupan sehari-hari. Ada beberapa pengaruh dan manfaat haji dalam kehidupan sehari-hari, terutama jika kita memperoleh predikat haji mabrur.

Pertama, peningkatan takwa. Takwa adalah takut dan taat kepada Allah, baik dalam menjalankan perintah maupun menjauhi larangan Allah. Salah satu ciri haji mabrur adalah meningkatnya ketakwaan dan ketaatan kepada Allah.

Ketika jemaah mampu menjalankan haji secara tertib, urut, sesuai rukun dan syarat, maka tak pelak lagi akan berdampak pada kehidupan sehari-hari, baik dalam rangka menjalankan ibadah spiritual maupun ibadah sosial. Logikanya, haji yang mabrur menyebabkan pelakunya bisa semakin istiqamah melakukan hal yang baik dan menjaga diri dari hal buruk. Haji yang mabrur juga bisa menyebabkan kita takut kepada Allah dalam semua kondisi.

Kedua, peningkatan ukhuwah Islamiyah. Haji merupakan ibadah yang menyatukan hadirnya umat Islam seluruh dunia. Berbagai suku, ras, warna kulit, dan berbagai budaya umat Islam seluruh dunia berkumpul jadi satu. Jemaah saling bertemu, berinteraksi dan tetap dalam satu persatuan Islam.

Allah berfirman dalam QS Al-Hujurat ayat 10, “ Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara ”, dilanjutkan dengan firman Allah dalam QS Al Hujurat ayat 13, “ Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal .”

Ibadah haji bisa menyebabkan ummat Islam semakin menjiwai bahwa manusia diciptakan berbeda-beda untuk saling mengenal satu sama lain, saling menyadari keberadaan satu sama lain, dengan tujuan untuk tetap bersatu dan bersaudara. Ibnu Katsir menafsirkan Al-Hujurat ayat 10 ini bahwa semuanya adalah saudara seagama, seperti yang disebutkan pada hadits Rasulullah SAW dari Abdullah bin Umar r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang Muslim saudara terhadap sesama Muslim, tidak menganiyayanya dan tidak akan dibiarkan dianiaya orang lain. Dan siapa yang menyampaikan hajat saudaranya, maka Allah akan menyampaikan hajatnya. Dan siapa yang melapangkan kesusahan seorang Muslim, maka Allah akan melapangkan kesukarannya di hari kiamat, dan siapa yang menutupi aurat seorang Muslim maka Allah akan menutupinya di hari kiamat . (HR Bukhari Muslim).

Ketiga, peningkatan produktivitas. Berhaji membutuhkan kesiapan fisik, material, mental, spiritual dan sosial. Ketika jamaah mampu bersikap taat terhadap semua aturan tata cara haji, memenuhi semua rukun dan syarat, serta menjalankan keutamaan-keutamaannya, maka fisik dan mental jemaah akan terbiasa untuk taat kepada Allah. Ketika jemaah terbiasa taat kepada Allah, ia akan terbiasa menjalankan hidup secara teratur yang sudah pasti akan menyebabkan peningkatan produktivitas.

Bahkan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah menghadirkan jalan keluar dan rezeki tiada terkira. Allah berfirman dalam QS Ath-Thalaq ayat 2-3, “ Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya, Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu .”

Ibnu Katsir menegaskan bahwa maksud ayat ini adalah seseorang yang bertakwa kepada Allah atas semua hal yang diperintahkan kepadanya dan meninggalkan semua hal yang dilarang baginya, maka Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari urusannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya, yakni dari arah yang tidak terdetik dalam hatinya.

Keempat, peningkatan kegigihan dalam memperjuangkan yang hak dan melawan yang batil. Salah satu amalan haji adalah sa’I, yang merupakan berjalan dan/atau berlari kecil dimulai dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya, sebanyak 7 (tujuh) kali, yang berakhir di Bukit Marwah (perjalanan dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dihitung satu kali dan juga dari Bukit Marwah ke Shafa dihitung satu kali). Bagi yang uzur boleh menggunakan kursi roda.

Sa’i adalah simbol kegigihan istri Nabi Ibrahim as yakni Siti Hajar, ketika Nabi Ismail as masih bayi dan membutuhkan air, Siti Hajar berlari-lari kecil dari Bukit Shofa dan Marwa sebanyak 7 kali sampai akhirnya muncul air zamzam. Ketika jemaah benar-benar menjiwai ritual Sa’i, maka ia akan meneladani makna kegigihan memperjuangkan hal yang layak diperjuangkan sampai tercapai.

Kelima, peningkatan kesalehan sosial. Salah satu ritual ibadah Haji adalah pelaksanaan kurban pada hari Nahr (10 Dzulhijjah) dan pada hari Tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Ritual ini merupakan salah satu aktivitas Haji dalam rangka berbagi kepada orang lain.

Aktivitas ini memberikan dampak kepada jamaah haji untuk memiliki jiwa berbagi bahkan berkorban terutama untuk orang dhuafa (tidak mampu) yang membutuhkan uluran tangan kita. Haji yang mabrur akan menyebabkan jemaah tak hanya berkurban secara ritual, tapi memperoleh makna dan hikmah darinya.

Secara umum, ketika jemaah benar-benar menjiwai semua ritual haji, maka ia akan mampu memiliki jiwa kesalehan spiritual dan sosial. Jemaah akan semakin taat kepada Allah, taat kepada orangtua bagi anak-anak, membimbing anak dengan baik bagi orangtua, bertetangga dengan baik, bersikap baik dan tetap konsisten menjaga sikap agar selalu bersikap dan berperilaku baik.

Demikian pengaruh dan manfaat haji dalam kehidupan sehari-hari. Jika kamu ingin bersiap ibadah Haji dari sekarang, kamu bisa ke Pegadaian Syariah untuk memanfaatkan produk pembiayaan Arrum Haji.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed