Mantan Satpam Kini Sukses Berbisnis Kaligrafi

Mantan Satpam Kini Sukses Berbisnis Kaligrafi

Detikhalal.com – Nasib kehidupan tidak ada yang tahu, seperti halnya yang di alami oleh Darwito. Anak tertua dari lima bersaudara pasangan Mulyono-Sudarmi dari Desa Ngroto, Gubug, Purwodadi, Jawa Tengah, ini pernah menjadi anggota satuan pengamanan atau satpam. Tetapi, kini lelaki yang menetap di Jalan Genade Selatan, Tembalang, Semarang, Jateng, ini telah menjadi seorang perajin kaligrafi yang sukses.

Darwito telah menjadi satpam sejak 1990. Dia berpindah-pindah dari beberapa bank, toko swalayan, dan perusahaan swasta lain. Namun, untuk menghidupi keluarganya, Darwito merasa penghasilan sebagai satpam tidak cukup. Ketika beribadah, Darwito memohon petunjuk Tuhan agar memberikan jalan yang terang.

Pada 2000, Darwito hanya menjual gambar Masjidil Haram dan Kabah. Dengan satu karyawan, dia memasarkan produknya dengan berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya. Pembelinya adalah mereka yang baru pergi haji.

Usaha Darwito berkembang. Selain gambar, dia juga menjual produk aksesori muslim serta pigura. Bisnis Darwito kian mantap ketika ia menjalin kerja sama dengan beberapa seniman kaligrafi. Belakangan ini dia belajar menulis kaligrafi.

Pasar mulai direbut dengan menggelar pameran di supermarket, bazar, dan instansi-instansi. Pada 2002, Darwito meraih simpati dalam pameran Festival Walisongo di Yogyakarta. Sejak itu, secara terus-menerus, bisnis Darwito tak pernah sepi. Berbagai pameran nasional dan internasional diikutinya. Karyawannya sekarang sudah mencapai kurang lebih 50 orang.

Keunggulan produk kaligrafi Darwito terletak pada inovasi. Dia meninggalkan produk kaligrafi lama dari bahan kuningan dan menggantinya dengan bahan fiber. Sebelum bahan fiber jenuh di pasar, dia merilis produk baru, yaitu kanvas dan beludru dengan teknik penulisan menggunakan tembakan lem. Ayah beranak dua dan beristrikan Choiriyati ini juga memakai bahan karet.
Profil Lia’s Gallery

Lia’s Gallery adalah sebuah gallery kaligrafi dengan standard mutu berkualitas. Lia’s Gallery merupakan yang terbaik dan terbesar di Indonesia, ini terbukti Lia’s Gallery sering mewakili Indonesia di event pameran nasional maupun internasional. Sudah 15 tahun Lia’s Gallery dipercaya hadir dekat dengan para konsumen.
Lia’s Gallery didirikan pada tahun 2001, dengan jumlah karyawan awal 1 orang. Pada saat itu Lia’s Gallery lebih banyak menjual produk poster bergambar Masjidil Haram dengan KA’BAH sebagai objek utama. Segmen utama pemasaran adalah para haji yang telah pulang ke tanah air.
Seiring dengan berjalannya waktu, permintaan atas hal-hal yang berkaitan dengan aksesoris muslim kian bertambah. Termasuk, permintaan akan produk-produk kaligrafi dengan kualitas yang lebih baik dan ekslusif.
Sebagai langkah awal, Lia’s Gallery justru mengenalkan kepada konsumennya, bingkai pigura dengan kualitas terbaik. Agar pigura yang berkualitas tersebut dapat digunakan sebagaimana peruntukannya, maka Lia’s Gallery kemudian mendatangkan beberapa mesin pemotong pigura, termasuk tenaga kerjanya. Dari sinilah Lia’s Gallery mulai menapakkan kakinya secara mantap di dunia bisnis.
Dengan produk pigura yang baik, kemudian Lia’s Gallery memantapkan kembali usaha awal berupa produk-produk hiasan muslim dengan bekerja sama dengan para seniman kaligrafi. Hasilnya, kerjasama ini kemudian dipamerkan di berbagai kesempatan baik di supermarket, mal-mal, acara bazar di instansi dan juga pameran berskala nasional dan internasional.
Hingga saat ini, Lia’s Gallery tidak hanya concern dibidang hiasan kaligrafi dan pigura saja, namun telah merambah bisnis Interior dan Kubah Masjid. Diantara karya-karya besar yang telah dikerjakan oleh Lia’s Gallery adalah Kaligrafi & Mihrab Masjid Agung Banten, Elemen Estetik, Kaligrafi dan Lampu Gantung Armature Masjid Al‐Fauz Jakarta, Kaligrafi & Interior Masjid RSUD Tangsel, serta kubah Masjid Raya Pontianak yang merupakan kubah tembaga terbesar di Asia.

Di ambil dari berbagai sumber

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply