by

Sholat jumat di Masjid biru Soekarno di Rusia selalu meluber

detikhalal.com  Jika anda  mengunjungi Rusia dan  mampir ke kota terbesar kedua di rusia yaitu  Kota St Petersburg, anda akan menemukan Masjid yang di dominasi warna biru yang sangat terkenal dan seringkali di sebut Masjid Soekarno , presiden Republika Indonesia pertama , bahkan di setiap waktu sholat Jumaat , jumlah jamaah yang melaksanakan ibadah sholat jumat meluber hingga ke luar halaman masjid . Masjid Biru St. Petersburg terletak di pusat kota, tak jauh dari Sungai Neva dan Benteng Peter & Paul yang mejadi ikon di Rusia. Masjid yang didominasi warna biru ini bernama asli Jamul Muslimin, tetapi lebih sering dijuluki sebagai Blue Mosque atau Masjid Biru.

Saint-Petersburg-Mosque-Russia
masjid biru1
Fasad bangunan dibuat dengan menggabungkan kedua oriental ornamen dan mosaik berwarna biru pirus. Dinding dibuat dengan granit abu-abu dan kubah  kedua menara ditutupi dengan keramik mozaik warna cahaya langit biru. Pengrajin terampil dari Asia Tengah ikut bekerja di masjid. Fasad yang dihiasi dengan ucapan-ucapan dari Al-Quran menggunakan kaligrafi Arab yang khas. Tempat  sholat wanita  di lantai dua, di atas bagian barat aula. Karpet masjid ditutupi oleh  warna merah  ditenun oleh pengrajin Asia Tengah. Banyak orang lain  yang mengetahui sejarahnya lebih sering menyebut dengan nama Masjid Soekarno? Menurut wikepedia: ternyata , pada tahun 1950-an masjid ini pernah dijadikan gudang oleh pemerintah Rusia yang kala itu masih berada di era kepemimpinan komunis.

Pada tahun 1940 pemerintah Soviet melarang masjid dibuka dan bangunan dijadikan  menjadi gudang peralatan medis. Selama  Perang Dunia ,  Masjid Biru termasuk yang  ditutup dan dibuat menjadi sebuah gudang. Atas permintaan Presiden Indonesia pertama, Soekarno, sepuluh hari setelah kunjungannya ke kota, masjid ini kembali dibuka.Dalam perjalanannya menuju kota St Petersburg tahun 1956 , Soekarno melihat sebuah bangunan berkubah biru. Gedung itu memiliki menara yang tinggi. Ia menduga, bangunan tersebut adalah masjid.

Sesampainya di sana, ia mendapati bangunan itu tak dirawat secara layaknya dan bangunan masjid dan kala itu sedang  difungsikan sebagai sebuah gudang. Melihat kondisi itu, Soekarno prihatin dan meminta jadwal kunjungan lainnya di Leningrad dibatalkan. Tak lama, Soekarno langsung menemui pemimpin Rusia untuk meminta difungsikannya kembali Masjid Biru ini sebagai tempat ibadah. Upaya tersebut rupanya merubah kebijaksanaan pemerintah Rusia. Beberapa hari setelah Soekarno kembali ke Indonesia, utusan dari Moskow datang ke Leningrad untuk meminta walikota membuka kembali Masjid Biru sebagai tempat ibadah

Masjid Biru ini  adalah masjid terbesar kedua di Eropa di luar Turki, dengan menara yang tingginya  49 meter dan kubah tinggi 39 meter. Masjid ini terletak di pusat kota St Petersburg. Masjid  ini dapat menampung hingga lima ribuan jamaah , Subhanallah

( dari berbagai sumber )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed