Masya Allah…umur 80 tahun di anggap remaja

Masya Allah…umur 80 tahun di anggap remaja

detikhalal.com  

Tahukah Anda bahwa penduduk suku Hunza di Karakoram, kaki gunung Himalaya, menggolongkan orang berusia 80 tahun sebagai “remaja”?  Lembah Hunza, tempat mereka berdiam, dijuluki sebagai tempat tanpa rasa stres. Tidak ada hiruk-pikuk dan intrik sebagaimana kehidupan di kota besar. Tidak heran, penduduknya berusia rata-rata 145 tahun dan bahkan pada beberapa kasus bisa mencapai 175 tahun, subhanallah.

 

Bahkan World Health Organization (WHO) sepakat bahwa orang orang suku Hunza  sebagai orang-orang berumur terpanjang di dunia.

nah..ini dia rahasia suku Hunza bisa sehat sehat dan berumur panjang

hunza food

buah apricot , makanan kegemaran suku Hunza

1 memilih  vegetarian.

Penduduk suku Hunza adalah vegetarian sejati. Rata-rata, mereka mengkonsumsi 350 gram karbohidrat, 50 gram protein, dan 35 gram lemak per hari. Menu favorit mereka adalah aprikot, gandum, tomat, mentimun, labu, dan kacang kedelai. Semua ini berasal dari hasil pekerjaan mereka di ladang yang bebas obat penyemprot hama. Sayuran yang mereka makan lebih sering disantap mentah-mentah .

2 aktifitas fisik yang baik 

Penduduk suku Hunza bebas obesitas karena mereka rajin bekerja di ladang. Ketahanan fisik mereka sangat kuat karena sudah terbiasa mencangkul dan menyusuri bukit-bukit. Intinya, bandingkan dengan kit ayang naik satu lantai saja terkadang memilih naik lift .

3. tetap beraktifitas dan anti pensiun

bagi suku Hunza, usia pensiun adalah ketika seseorang meninggal. Orang-orang Hunza tidak membedakan tua dan muda dalam bekerja. Orang yang sudah berusia 145 tahun sekalipun masih diberi tugas untuk mencabut rumput, memberi makan ternak, mencuci pakaian, dan menjaga anak. Hampir tidak ada penduduk di sini yang terserang penyakit jantung dan paru-paru. Merekapun  biasanya meninggal dengan tenang saat tidur.

4 hidup tentram dan damai  dan tidak cemas

Penduduk suku Hunza adalah orang-orang yang sudah terbiasa membantu satu sama lain. Mereka sangat bersahabat dengan sesama anggota masyarakat maupun dengan pendatang. Di sana, tidak ada yang namanya tuan tanah atau orang yang terlalu kaya ataupun terlalu miskin .

Aturan dalam tatanan sosial suku Hunza mengharamkan jual-beli tanah milik mereka. Selain itu, budaya “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” juga diterapkan dengan benar. Orang yang memiliki sepuluh ekor sapi tidak akan ragu untuk membagikan lima ekor miliknya untuk membantu menggarap ladang orang lain.

 

 

( sumber : supertastyreceipe)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply