by

Mengintip Geliat Percetakaan Alquran

Mirip sebuah penginapan tak berpenghuni kesan itulah yang langsung muncul ketika menyambangi Unit Percetakan Alquran (UPQ) milik Kementrian Agama (Kemang) Di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Senin (15/8). Bisa dibilang, tak ada aktifitas serius dihampir seluruh lokasi percetakan, yang berada satu area dengan Wisma Ciawi milik Kemenag itu. Gerbang depan yang bersebelahan dengan petugas keamananpun tertutup rapat. Pengunjung yang hendak masuk pun harus berjalan memutar kebawah melalui gerbang Wisma Ciawi. “Lewat bawah saja,” seru seorang petugas keamanan UPQ dari dalam pos Wisma Kemenag. Beberapa saat berdiri di depan gedung bercat hijau dengan logo Lembaga Percatakan Alquran didepan nya itu, tak terlihat sama sekali petugas berlalu lalang layaknya sebuah instansi atau lembaga yang sedang berkegiatan. Bahkan, tak terdengar sekilaspun suara mesin dari dalam gedung yang menyimpan aneka perangkat percetakan milik kemenag tersebut.

Tak lama kemudian, datang seorang pria tanpa seragam yang mengaku sebagai petugas keamanan UPQ. Petugas yang mengaku bernama Hendro itu langsung menanyakan maksud dan tujuan kedatangan kami. “Kita Cuma diinstruksikan kalau ada yang datang diarahkan ke Dirjen Bimas Islam di Jakarta,” ujar dia. Meski demikian, ia sempat mengatakan di dalam gedung memang sedang tidak ada kegiatan. Dikabarkan akan ditutup oleh Kemena, UPQ yang sebelumnya bernama Lembaga Percetakan Alquran (LPQ) mendadak ‘naik daun’  karena menjadi bahan perbincangan. Sejauh ini, Kemenag telah menegaskan bahwa UPQ masih beroprasi, bahkan akan segera mencetak 35 ribu mushaf Alquran.

Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Machasin, yang dihubungi via telepon mengakui, saat ini memang tidak ada kegiatan yang bisa diliput di UPQ. Ia menerangkan, UPQ yang berlokasi diCiawi itu memang belum memiliki kegiatan serius, selain persiapan alat-alat yang akan digunakan beberapa bulan kedepan. Terkait isu rencana penutupan UPQ, Machasin menegaskan, aktivitas tetap berjalan normal. Sedangkan kegiatan percetakan kemungkinan baru berjalan beberapa bulan ke depan. Saat ini sedang diselenggarakan tender untuk kertas yang akan digunakan dalam kegiatan cetak yang akan datang. “Hari ini tender kertas, mungkin satu setengah bulan baru mulai cetak di sana,” ujar Machasin.

Sumber Republika

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed