by

Negara Menanti Peran Wanita Alumni Timteng

JAKARTA – pengurus perhimpunan Wanita Alumni Timur Tengah (Perwatt) resmi dikukuhkan. Kontribusi dan peran nyata perempuan alumni Timur Tengah (Timteng) dinanti oleh masyarakat luas. Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengatakan, Indonesia membuka peluang pengabdian seluas-luasnya bagi para perempuan alumni Timteng  untuk bangsa, negara, dan umat. Sejarah, ungkap Hidayat, mencatat dengan tinta emas peran aktif alumni Timteng pada masa kemerdekaan Indonesia. Ia menyebut antara lain Abduel Kahar Moezakir yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Indonesia. Ia adalah anggota badan penyelidik Usaha-usaha persiapan Kemerdekaan RI (BPUPKI). Bersama sejumlah tokoh, antara lain Agoes Salim, yang juga alumni Timteng, menyumbangkan pikiran dan tenaga dalam proses awal berdirinya NKRI. “Hari ini perjuangan dan peran untuk alumni (Timteng) tetap terbuka,” ujar Hidayat yang juga Ketua Perhimpunan Alumni Timteng usai melantik Pengurus Perwatt di Aula Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad(14/8).

Banyak tugas yang bisa dikerjakan, menurut Hidayat, antara lain melawan stigmatisasi negatif terhadap alumni Timteng yang diidentikan dengan terorisme dan radikalisme. Ia menegaskan, stigma tersebut jelas salah. Justru, jebolan perguruan tinggi di Timteng adalah agen-agen moderasi Islam. Ia menyebut misalnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqli Siroj dan sejumlah petinggi ormas Islam, seperti Muhammadiyah dan Persatuan Islam, merupakan Alumni Timteng. Menurut Wakil Mentri Luar Negri, A. M Fachir, sumbangan alumni Timteng tidaklah sedikit. Ia menduga, prinsip dan dasar pemikiran dari pembukaan UUD 1945 merupakan sumbangan gagasan para tokoh Islam, tak terkecuali alumni Timteng. Fachir menyatakan, merujuk sejumlah sumber, dukungan terkuat luar negeri untuk kemerdekaan RI, datang dari Timteng.

Tujuh negara yang tergabung dalam Liga Arab mendeklarasikan dukungan mereka terhadap kemerdekaan RI. Dalam konteks masa kini, ia berharap, alumni bisa berkiprah lebih banyak lagi dan menebarkan keberkahan dimana-mana. Ketua umum Perwatt, Nabilah Lubis mengatakan, forum ini merupakan wadah alumni untuk berkomunikasi dan bersinergi. Banyak agenda bersama yang akan dikerjakan sebagai bentuk khidmah kepada masyarakat. Agenda utama yang menjadi Prioritas Perwatt, ungkap Nabilah, adalah program dakwah dikalangan perempuan yang belum tersentuh dakwah secara maksimal, seperti para napidana di lembaga pemasyarakatan perempuan. Hadir dalam pelantikan Pengurus Perwatt, sejumlah alumni senior Timteng antara lain M Quraish Shihab, Alwi Shihab, dan Chuzaimah Y Tango, serta Dubes Mesir untuk  RI, Bahaa Desouki. Sastrawan senior, Taufik Ismail yang Pernah belajar di America University, Kairo, Mesir, didaulat membacakan puisi dalam acara yang dirangkai dengan halal bihalal ini.

sumber Republika

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed