NU Perkuat Ekonomi Kerakyatan

By: On: test
NU Perkuat Ekonomi Kerakyatan

CIREBON – Nahdlatul Ulama (NU) terus berupaya membangun ekonomi kerakyatan. Sektor ekonomi ini dinilai teruji dan fundamental dalam perekonomian nasional. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, pascakrisis 1998, Ekonomi kerakyatan menyelamatkan bangsa dari krisis. Bukan para konglomerat, pengemplang perbangkang nasional , atau pemilik modal besar. Namun sayangnya, menurut kang Said, sapaan akrabnya kebijakan ekonomi pemerintah belum sepenuhnya memenuhi asas keadilan dan pemerataan. Pertumbuhan ekonomi hanya dirasakan oleh kalangan tertentu,  data Bappenas menyebutkan, dari sisi resiko ketimpangan ekonomi antar penduduk indonesia perakhir 2015 masih cukup tinggi, yaitu mencapai angka 0,413. “Perekonomian nasional masih dinikmati para konglomerat,” katanya saat membuka Rapat Pleno PBNU di Palestina Khas Kempek Cirebon.

Kang said memandang ekonomi kerakyatan harus ditingkatkan. Meski ia mengapresiasi peningkatan presentasi perekonomian sebesar 6 hingga 6,5 persen, namun yang tak kalah penting adalah bagaimana pertumbuhan tersebut bisa merata. “jangan sampai kekayaan modal negri ini hanya dikuasai oleh para konglomerat,” ujarnya. Kang Said mengatakan, Kebijakan Kridit Usaha Rakyat (KUR), selama ini belum mampu dirasakan rasakan langsung oleh masyarakat miskin. Padahal, mereka hanya membutuhkan Rp1-2 juta untuk modal usaha. Justru fasilitas tersebut dinikmati oleh para pemilik jaminan atau kolateral. “NU melihat, penyaluran KUR salama ini sudah gagal. Karena tidak tepat sasaran (dalam penyalurannya),” kata kang Said.

Pemerintah menganggarkan KUR sebanyak Rp 100 Triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Anggaran Negara (APBN) 2016, mengingat tiga kali lipat dari tahun 2015 yang sebesar Rp 30 Triliun. Mentri Sosial Khofifah Indar Parawangsa mengatakan, pemerintah sangat terbuka dan mengajak partisipasi aktif masyarakat, termasuk jajaran warga NU, untuk membantu program pengentasan kemiskinan. Soal KUR misalnya, pemerintah akan menurunkan suku bunga KUR dari 9 persen menjadi 7 persen pada 2017 mendatang. Langkah ini untuk mendongkrak perekonomian rakyat serta menghindari mereka dari lilitan rentenir. Menurut Khofifah, pemerintah menyediakan dana sosial sebagai bagian dari program pengentasan kemiskinan, terutama mereka yang tinggal di pedesaan. Mulai dari dana desa, dana bantuan sosial (bansos), dana program kesejahteraan Harapan (PKH), dan dana bantuan lainnya. “Keterlibatan NU dalam pendampingan dan pemerataan penyaluran dana-dana tersebut penting diupayakan,” ujar Khofifah. Selain Konsolidasi dan evaluasi program kerja, rapat juga membahas isu penting, antara lain sikap NU terkait tax amnesty, bank otak dan gim pokemon go.

Umat Islam Masih Jauh Tertinggal Dalam Penguasaan Ekonomi di Indonesia.

Wakil Ketua Umum PBNU KH Maksum Machfoed  menyatakan, tax amnesty menjadi perhatian penting dalam rapat pleno PBNU kali ini karena menyangkut masa depan bangsa dan negara. Salama ini, ia melanjutkan, forum silaturahim para kiai NU seperti rapat pleno silalu memberikan solusi atas persoalan ditengah-tengah masyarakat. “Namun kami pastikan tidak ada pesanan (tanpa muatan politis) apapun dalam rapat ini.”sementara mantan mentri Kelautan dan Perikanan, Rokhmin Dahuri, mengungkapkan bahwa umat Islam masih jauh tertinggaldalam hal penguasaan ekonomi di Indonesia.”Faktanya bahwa umat islam Indonesia itu jumlahnya 87 persen total penduduk Indonesia. Tapi hanya menguasai 12 persen Total ekonomi Indonesia,” Ujar Rokhmin saat menjadi keynote speech forum ekonomi dalam rapat pleno PBNU tersebut. Ia berpendapat, hal tersebut disebabkan mayoritas keluarga muslim menganggap urusan ekonomi dan bisnis bukan hal utama. Selain itu, masih banyak keluarga muslim dalam tingkat pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi rendah. “Hal inilah yang membuat daya kretivitas, inovasi, dan interpreneurship juga rendah. Sering kali juga kebijakan pemerintah dan kekuatan modal global kurang atau tidak berpihak  ( dwk)

source : Republika

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply