by

PASAR HALAL EROPA BERNILAI US$30 MILIAR

Pasar makanan halal Eropa tampak semakin potensial. Menurut analis industri, beberapa tahun terakhir pasar halal Eropa tumbuh rata-rata 15 % per tahun. Kini, populasi Muslim Eropa diperkirakan ada 20 juta jiwa. Saat ini, populasi muslim terbesar di Eropa ada di Prancis (diperkirakan 4,7 juta jiwa). Pasar halalnya kurang lebih bernilai $8 miliar (Rp 93,5 triliun). Dalam konteks ini, Prancis dianggap sebagai pusat pasar halal di Eropa. Pasar halal Eropa diperkirakan menghasilkan penjualan tahunan sebesar $30 miliar (Rp 351,8 triliun). Meski relatif besar, pasar tersebut terpecah. Populasi muslim Prancis kebanyakan berasal dari Afrika Utara, Inggris dari India, Jerman dari Turki, sedangkan Belanda dari Maroko, Turki, dan Indonesia.

Menurut situs Companies and Markets (09/08/2014), perbedaan daerah ini mencerminkan heterogenitas permintaan yang perlu diperhitungkan saat melihat masing-masing negara sebagai pasar ekspor potensial. Produk makan halal sudah di jual di supermarket-supermarket Eropa. Namun, 3-4 tahun terakhir, ada peningkatan upaya pemasaran yang perlu diapresiasi, salah satunya iklan di TV. Hasilnya, pasar semakin berkembang, dan produk-produk ritel baru diluncurkan. Supermarket, hipermarket, dan jaringan peritel kini memberi ruang lebih banyak kepada produk-produk tersebut. Meski kebanyakan makanan halal saat ini di jual sebagai produk daging dan deli, permintaan makan produk lain meningkat. Makanan olahan, permen, dan makan siap santap yang dibekukan pun mulai memasuki pasar Eropa.

Sayang, di prancis pemerintah hanya terlibat dalam sertifikasi halal sejauh menunjuk tiga masjid utama sebagai satu-satunya pemberi izin penyembelihan halal. Pemerintah tidak ikut mengatur atau mendorong makanan berlabel halal.
Jurnal Halal No.109

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed