by

Penutupan asian games 2018 yang meriah dan pro kontranya

  • “Indonesia mengejutkan banyak penentang dengan menggelar Asian Games yang spektakuler, menggelar upacara penutupan di tengah serangan alam (hjan deras) pada hari terakhir, ketika stadion GBK yang penuh sesak dengan manusia bersama-sama menantang peluang untuk menyambut kesuksesan negara mereka dalam menyelenggarakan the (Asian) Games,” UNI menulis, seperti dilansir The New Indian Express.

    Senada, outlet media India Business Standard, yang mengutip kantor berita India Press Trust of India, memberikan ulasan baik dalam artikelnya yang berjudul “Asian Games 2018: Indonesia bids farewell to 15-day sporting extravaganza“.

    “Bagi penyelenggara, (upacara penutupan) ini adalah akhir dari sebuah kampanye yang intens dan sukses, setelah mendapat empat tahun untuk mempersiapkan agenda multi-olahraga terbesar kedua di dunia, setelah penarikan diri Vietnam. Memiliki dua kota – Jakarta dan Palembang – sebagai tuan rumah adalah yang pertama dalam sejarah pertandingan, membuat tugas yang sangat berat menjadi semakin sulit,” Press Trust of India menulis, seperti dilansir The New Indian Express.

    Ini merupakan kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games setelah Asian Games IV yang diadakan di Jakarta pada tahun 1962. Tahun ini, Tanah Air finish di posisi keempat, dengan perolehan 98 medali (31 emas, 24 perak, 43 perunggu. China keluar sebagai juara umum dalam edisi ke-18 Asian Games, dengan total 289 medali (132 emas, 92 perak, 65 perunggu) –menjadi catatan positif tersendiri bagi negara yang akan menjadi tuan rumah pada 2022.

     

    Simak video pilihan berikut:

    1 dari 2 halaman

    Kota Hangzhou Bersiap

    Penyelenggaraan Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang baru saja berakhir, tetapi persiapan untuk edisi ke-19 tahun 2022 mendatang sudah berjalan sejak 2018 ini.

    Kota kuno China, Hangzhou, yang terkenal akan danau dan kuilnya yang indah, akan menjadi tuan rumah Asian Games empat tahun mendatang.

    Tempat-tempat olahraga dan jalur kereta baru sedang dibangun, dalam apa yang dilihat sebagai peluang untuk mempercepat pembangunan di kota yang berkembang pesat, demikian seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu 2 September 2018.

    Dijuluki “teratai raksasa” oleh penduduk setempat, Pusat Olahraga Olimpiade Hangzhou, yang direncanakan akan selesai pada bulan September, dapat menampung 80.000 orang dan akan menjadi lokasi berlangsungnya Asian Games pada tahun 2022.

    Pusat Olahraga Olimpiade terletak di distrik baru Hangzhou, Kota Qianjiang Century –di mana sejumlah konstruksi juga sedang berlangsung.

    Dengan perkantoran dan apartemen kelas atas, Qianjiang Century adalah bagian dari strategi urbanisasi terbaru Hangzhou untuk mengembangkan daerah tepian Sungai Qiantang sepanjang 235 kilometer.

    Ketika selesai, area itu akan menjadi pusat komersial dan bisnis baru bersama dengan proyek pengembangan lainnya, Qianjiang New City di seberang jalur air.

    Stadion dan venue pertandingan Asian Games juga akan menjadi bagian dari transformasi dari wajah Kota Hangzhou secara keseluruhan.

  • image_title
  • Asian Games 2018 berakhir dengan rekor prestasi terbaik Indonesia di Asian Games dengan 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu. Meskipun sempat ada beberapa masalah dalam pelaksanaannya, pada akhirnya Asian Games menuai pujian yang tak sedikit.

    Itu hanya satu dari beberapa hal yang jadi perbincangan di hari terakhir sekaligus penutupannya, Minggu (02/09). Berikut lima hal yang banyak dibicarakan.

    Perdana Menteri India Narendra Modi mengucapkan selamat kepada rakyat Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 yang tak terlupakan.

    “Selamat kepada Presiden Jokowi dan rakyat Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Games 2018 yang tak terlupakan. Pertandingan-pertandingan itu menjadi saksi penampilan hebat para atlet dan mewujudkan semangat sportivitas yang luar biasa,” kata Modi melalui Twitternya.

    Kolumnis South China Morning Post menilai dari pelaksanaan Asian Games ini, Jakarta layak jadi kota kandidat Olimpiade. “Meski ada kekhawatiran tentang polusi udara, kemacetan, dan fakta bahwa Indonesia cuma punya waktu tiga tahun untuk persiapan, Jakarta dan Palembang bisa bangga dengan karya mereka,” demikian tulisnya dalam

    Presiden Dewan Olimpiade Asia, , OCA, Al-Fahad Al-Ahmed Al-Sabah pun memuji Indonesia dalam pidatonya di acara penutupan.

    “Langit pun menangis karena sangat sedih, kami harus meninggalkan negaramu yang indah,” katanya dalam bahasa inggris.

    Dia melanjutkan dengan kata berbahasa Indonesia “Kalian selalu di hati,” kata dia saat memberikan sambutan dalam acara penutupan.

    2. Presiden menonton bersama korban gempa bumi di Lombok

    Setelah memberikan bonus untuk para atlet peraih medali pada Minggu (02/09) pagi, Presiden Joko Widodo bertolak ke Lombok untuk menyaksikan penutupan Asian Games bersama para korban gempa.

    Presiden tidak hadir di upacara penutupan di Jakarta, namun kemudian memberikan sambutannya dari Lombok melalui video. Langkah ini, seperti sejumlah pernyataan atau tindakan lain, menuai pujian sekaligus cacian dari warganet.

    3. Peran relawan

    Acara penutupan Asian Games disertai parade bendera negara peserta, dan para atlet kontingen negara masing-masing. Setelah itu, para relawan yang selama ini membantu pelaksanaan Asian Games pun ikut berparade.

    4. Peringatan tentang dikibarkannya bendera Cina

    Sebelum penutupan Asian Games dimulai, tersebar peringatan di media sosial dan pesan berantai di aplikasi chat bahwa dalam upacara penutupan akan ada pengibaran bendera Cina.

    Pengibaran bendera tersebut dikhawatirkan akan dipakai oleh oposisi untuk mengembuskan isu dominasi Cina.

    Padahal, bendera Cina dikibarkan dalam rangkaian serah terima dari Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 kepada Cina sebagai tuan rumah Asian Games 2022.

    Gubernur Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin dan Menteri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani menyerahkan obor dan bendera Asian Games kepada para perwakilan dari Hangzhou, Cina, termasuk Walikotanya, Xu Li Yi.

    Pada penutupan Asian Games 2014 di Korea Selatan pun, bendera Indonesia dikibarkan dengan iringan Indonesia Raya, sebab Indonesia akan menjadi tuan rumah selanjutnya.

    5. Mengenang Drawa, maskot Asian Games 2018 yang batal tampil

    Sebelum Kaka si badak, Atung si rusa dan BhinBhin si burung cendrawasih menjadi maskot Asian Games, ada Drawa. Drawa adalah burung cendrawasih berpakaian pencak silat.

    Namun desain Drawa dinilai “seadanya” dan usang oleh warganet, saat desain ini muncul pada 2015. Badan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Pemuda dan Olahraga kemudian mengganti maskot Asian Games menjadi Kaka, Atung dan BhinBhin.

    Bagaimana nasib Drawa? Sebuah twit berseri mengarang cerita tentang Drawa yang langsung jadi populer di media sosial.

    Asian Games 2018 pun ditutup dengan deretan prestasi Indonesia, meninggalkan kebanggaan bagi para atlet, rakyat Indonesia, termasuk para warganet.

    https://www.liputan6.com/global/read/3635002/jadi-sorotan-dunia-jakarta-palembang-2018-disebut-sebagai-asian-games-terbaik-dalam-sejarah

    https://www.viva.co.id/sport/1071050-penutupan-asian-games-2018-lima-hal-yang-jadi-pembicaraan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed