by

Ponpes Darunnajah Jalin Kerja Sama dengan Inggris

JAKARTA-Tidak banyak lembaga pendidikan Islam di Indonesia yang memiliki kerja sama dengan lembaga di Eropa. Pondok Pesantren (Ponpes) Darunnajah, Jakarta, adalah salah satu lembaga pendidikan Islam di Indonesia yang melakukan hal tersebut.

Kerja sama ini bermula dari kunjungan Perdana Mentri Inggris Tony Blair ke Ponpes Darunnajah pada 2006. kunjungan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pertukaran pelajar dan guru yang hingga saat ini sudah berlangsung selama 10 tahun.

Pada Rabu (6/4) lalu, ponpes yang di dirikan oleh alumnus Gontor ini merayakan 10 tahun kerja samanya dengan The Holy Family School, sebuah lembaga pendidikan di Keighley, Yorkshire, Inggris.

Menurut Pempinan Ponpes Darunnajah Sofwan Manaf, kerja sama dengan The Holy Family School itu diinisiasikan oleh beberapa santri Darunnajah yang kuliah di Inggris. “Merekalah yang memulai komunikasi,” kata Sofwan sesuai peringatan 10 tahun kerja sama Ponpes Darunnajah dengan The Holy Family School, Rabu.

Kerjasama ini, kata Sofwan, merupakan kerjasama yang saling menguntungkan, utamanya dalam membuka wawasan global santri. Sebab, masyarakat masih ada yang menilai pendidikan di pesantren masih tradisional.

“Kerja sama ini bersifat sementara dan saling menguntungkan. Pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang punya pengalaman panjang bekerja sama dengan pihak manapun dan negara manapun, ini penting juga untuk meluaskan wawasan para santri,” kata Sofwan menambahkan.

Sementara, Sally Goggin dari British Council mengungkapkan rasa syukurnya atas kerja sama yang telah berlangsung selama 10 tahun ini. Ia melihat, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia yang generasi mudanya punya modal kuat untuk berkiprah di dunia Internasiaonal.

“di pesantren ini kami melihat para santri berbahasa Arab dan Inggris dengan baik, tidak lama lagi mereka akan menjadi calon-calon pemimpin dunia,” ujar Sally.

Kerja sama yang telah berjalan selama 10 tahun ini memberikan banyak keuntungan bagi kedua belah pihak. Beberapa guru Pesantren Darunnajah yang telah diberangkatkan ke Inggris untuk mengikuti program ini menuturkan bahwa kegiatan ini sangat positif.

Melalui program itu, mereka dapat bertukar pikiran dan mempelajari metode pembelajaran bagi para siswa. Diharapkan, para guru mampu mengembangkan metodologi dalam mengajar dan menyampaikan materi bagi peserta didiknya.

Diharapkan pula, kerja sama ini terus berlangsung sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan kualitas pendidikan, khususnya di kalangan pesantren di Indonesia. Dalam usianya yang ke-55 tahun, Pondok Pesantren Darunnajah telah memiliki jaringan kerja sama dengan berbagai negara, di antaranya, Inggis, Amerika Serikat, Arab Saudi,Mesir, Qatar, Turki, Malaysia,Thailand dan lain-lalin.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed