Presiden Soekarno di Balik Nama Langgar Merdeka Laweyan Solo

Presiden Soekarno  di Balik Nama Langgar Merdeka Laweyan Solo

Laporan Wartawan detikhalal.com Jateng  Aufa Bima Athoya

detikhalal.com -Solo 

Tak banyak yang mengetahui bahwa nama Langgar Merdeka Laweyan, Solo, sebenarnya merupakan pesan dari Presiden ke-1 Republik Indonesia Sukarno.

Pasalnya, pembangunan Langgar Merdeka ini selesai menjelang kemerdekaan RI.

 “Kata para sesepuh muslim daerah laweyan ,Bung Karno (Sukarno) dahulu sering ke sini,”  cerita Ustad Ipmawan Iqbal yang tinggal tidak jauh dari langgar Merdeka , ketika ditemui detikhalal.com , Rabu (5/6/2018).

Pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1949  Langgar Merdeka diganti namanya menjadi Langgar ‘Al Ikhlas’.

Saat itu Pemerintah Belanda melarang simbol-simbol yang berhubungan dengan kemerdekaan termasuk kata ‘Merdeka’.

Namun demikian, masyarakat sampai saat ini menyebutnya Langgar Merdeka. Langgar Merdeka Laweyan terdiri dua lantai.

Langgar Merdeka ini diresmikan Menteri Sosial RI Muljadi Djojomartono.

“Bung Karno menitip pesan melalui Menteri Sosial Muljadi Djojomartono untuk memberikan nama ‘Langgar Merdeka

Lantai dua difungsikan untuk tempat ibadah (salat). Sedang lantai bawah digunakan untuk pengelola dengan konsep pertokoan sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan usaha.

“Hasilnya digunakan untuk keperluan dan kebutuhan langgar,” jelas ustad Ipwaman M.Iqbal .

photo : pemkot surakartalanggar merdeka

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply