by

Sadar Zakat Melalui Transparansi

detikhalal.com, Sukabumi – Pelaksanaannya, wajib dilakukan oleh setiap umat Islam yang telah memenuhi syarat seperti yang ditentukan dalam Alquran dan hadis. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi pun tengah memperjuangkan lahirnya peraturan daerah (perda) tentang pengelolaan zakat sebagai paying hukumnya.

Namun, kesadaran membayar zakat umat Islam di daerah melalui lembaga resmi pengumpul zakat, masih perlu ditingkatkan. Pasalnya, jumlah pengumpulan zakat, infak, dan shadaqah (ZIS) masih rendah dan jauh dari potensi yang ada. Hal ini menjadi salah satu perhatian Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi yang menggulirkan program gerakan sadar zakat di awal 2016. Program ini, diluncurkan bersamaan dengan pelantikan empat orang komisioner baru Baznas Sukabumi pada Februari 2016 lalu.

“Gerakan sadar zakat digulirkan, pertama, ingin mengingatkan kepada umat Islam bahwa zakat itu adalah kewajiban dan masuk rukun Islam,” jelas Wakil Ketua III Baznas Kota Sukabumi M Kusoy. Jangan sampai, menurutnya, umat Islam tidak menunaikan zakat, namun merasa biasa-biasa saja. Padahal, pembayaran zakat diwajibkan dalam ajaran agama Islam. Bila tidak mampu menunaikannya, maka umat Islam bisa membayar infak dan melakukan amalan lainnya seperti memindahkan duri dari jalanan.

Dalam gerakan ini, ujar Kusoy, masyarakat mendapatkan informasi mengenai adanya Undang-undang Nomor 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Sehingga, sudah selayaknya umat Islam membayar zakat melalui lembaga resmi khususnya Baznas. Gerakan sadar zakat ini dilakukan dengan menggelar sosialisasi ke sejumlah instansi baik pemerintah maupun swasta yang mempunyai potensi dalam pengumpulan ZIS. Sasaran gerakan ini untuk meningkatkan //agniya// atau orang mampu dan pengurangan kemiskinan. “Harapannya, masyarakat dapat semakin sejahtera,” ujarnya.

Gerakan sadar zakat juga, kata Kusoy, adalah untuk menyadarkan masyarakat bahwa dalam harta yang dimilikinya ada juga hak orang lain. Oleh karenanya, pembayaran zakat sebagai bagian dari upaya membersihkan harta agar mendapatkan berkah dari Allah SWT. Karena zakat adalah salah satu bagian dari rukun Islam

Pada 2016 ini, Baznas menargerkan pengumpulan ZIS hingga Rp 3,2 miliar. Jumlah ini meningkat sebanyak tiga kali lipat dibandingkan 2015 lalu yang hanya sebesar Rp 900 juta. Ketua Baznas Kota Sukabumi Fifi Kusumajaya menambahkan, tingkat pengumpulan ZIS dari warga di Kota Sukabumi, memang masih rendah. Kendalanya, kata dia, masih banyak warga yang belum percaya dengan badan amil zakat. “Selama ini, masyarakat masih terbiasa membayarkan zakat ke tetangga yang hidupnya tidak mampu,” ujarnya.

Oleh karena itu, Baznas berupaya untuk meningkatkan kepercayaaan melalui transparansi pengumpulan dan penyaluran zakat. Langkah ini, misalnya, dengan melibatkan akuntan publik yang bisa dipercaya masyarakat. Baznas juga akan menambah unit pengumpul zakat (UPZ) di sejumlah titik baik perusahaan swasta dan sekolah-sekolah. Dari data Baznas, saat ini, hanya ada 300 UPZ. Ke depan diharapkan ada sebanyak 1.000 UPZ di Sukabumi.

“Mimpi kita ingin Sukabumi menjadi daerah berperadaban zakat,” ujar Fifi. Dalam pengertian semua orang yang kaya, mampu membayar zakat sesuai syariah dan seluruh warga miskin sudah tersentuh dan tidak terlantar.

Untuk mewujudkannya, kata Fifi, Baznas tengah memperjuangkan lahirnya peraturan daerah (perda) tentang pengelolaan zakat. Terlebih, saat ini, ketentuan pengelolaan zakat sudah lengkap yakni berupa undang-undang dan peraturan pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2014 tentang pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2011.

Selain memperkuat upaya pengumpulan, Baznas juga menggulirkan sejumlah program unggulan dalam penyaluran ZIS. Di antaranya Sukabumi takwa, Sukabumi peduli, Sukabumi sehat, Sukabumi sejahtera, dan Sukabumi cerdas.

Program Sukabumi takwa, ujar Fifi, berisi kegiatan pembangunan dan rehabilitasi masjid, bantuan kegiatan dan sarana masjid, pembangunan dan rehab pondok pesantren (ponpes), bantuan honorer ponpes, madrasah diniyah (MD), dan lain sebagainya. Dalam program Sukabumi peduli diluncurkan program tunjangan masyarakat kritis (tumaritis).

Sementara Sukabumi sejahtera, kata dia, kegiatannya antara lain bantuan modal usaha, pembinaan kelompok usaha, dan pelatihan kewirausahaan. Untuk Sukabumi cerdas dengan menggulirkan bantuan biaya pendidikan atau beasiswa, dan bantuan sarana pendidikan. Demikian seperti dilansir republika

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed