SMK Banat Kudus Memperkenalkan Busana Muslim Ke Hong Kong

SMK Banat Kudus Memperkenalkan Busana Muslim Ke Hong Kong

Detikhalal.com — Indonesia sudah sejak beberapa tahun terakhir mengukuhkan niatnya menjadi kiblat busana Muslim dunia. Berbagai cara ditempuh, salah satunya lewat pendidikan.

Siswa SMK NU Banat Kudus, Jawa Tengah, menjadi bagian dari langkah pemerintah tersebut. Caranya lewat memberikan pendampingan intensif agar bisa menghasilkan busana Muslim bertaraf internasional. Dan upaya tersebut terwujud berkat Bakti Pendidikan Djarum Foundation melalui program peningkatkan kualitas Sekolah Menengah Kejujuran, bekerja sama dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) dan Ditali Cipta Kreatif. Kepada siswa jurusan tata busana diberikan program intensif berkonsep inkubasi.

“Kualitas itu banyak dimensinya secara generik pendidikan. Ada 4 komponen yang mencitrakan kualitas yaitu kreativitas, pemikiran kritis, komunikasi, dan kolaborasi. Komponen kolaborasi sangat penting untuk SMK, bekerja sama dengan industri, masyarakat, asosiasi,” ucap Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud Drs. M. Mustaghfirin Amin, MBA, Kamis (1/9).

Kurikulum yang diterapkan di jurusan Tata Busana SMK NU Banat, Kudus, tidak hanya sekedar membekali para murid dengan keterampilan menjahit. Melainkan juga menekankan kemampuan mereka dalam membuat desain rancangan busana khususnya busana Muslim dengan memadukan unsur budaya lokal. Selain mencetak tenaga terampil yang mahir secara tehnik, para siswa juga didampingi agar memiliki kemampuan memasarkan hasil rancangan melalui unit usaha berlabel Zelmira.

Salah satu proyek pendampingan yang dilakukan oleh IFC adalah menampilkan koleksi karya siswa SMK NU Bbanat, Kudus, di ajang pameran dagang dan pagelaran busana Internasional CentreStage-Asia’s Premiere Fashion, tanggal 7-10 September 2016 di Hong Kong.

Empat siswi yang terpilih melalui proses seleksi untuk menampilkan desain busana terbaiknya di panggung utama CentreStage adalah Risa Maharani, Nafida Royyana, Rania dan Nia Faradiska yaitu melalui merek Zelmira, koleksi busana hasil karya mereka dikemas dalam tema “Revive”. Mengusung gaya busana Muslim yang berpadu dengan kain batik serta bordir yang kental.

“Harapan saya sih sebenarnya kaya tabur benih awalnya saja, harapan saya yang benar-benar sih semoga bukan hanya SMK NU Banat saja, tapi SMK di Indonesia yang mempunyai jurusan mode akan tergugah melakukan hal yang sama,” papar Ali Charisma, National Chairman Indonesia Fashion Chamber.

Sumber: Republika.Co.Id.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply