Tanda Hati yang Berzikir

Tanda Hati yang Berzikir

Allah menilai orang yang merinding kulitnya ketika mendengarkan bacaan Alqur’an adalah orang yang takut kepada Allah SWT. Hal itu menurut Ustad Abu Sangkan tidak perlu dirisaukan, sebab sebagai bagian dari tanda hati yang berzikir.

Tanda awal dari hati yang berzikir dapat diketahui dengan keadaan merinding ketika mendengar bacaan Alqur’an. Keadaan merinding itu tidak akan terjadi jika hati tidak tunduk dan merendah serendah-rendahnya di hadapan Allah. Hati yang senantiasa berzikir kepada Allah SWT, maka hatinya senan tiasa khusyuk. Dijelaskan ustad Abu Sangkan, penemu metode shalat khusyuk, khusyuk merupakan suatu keadaan di mana hati menjadi lembut, tunduk, peka, dan tenang. Kesadaran hati hadir di saat melaksanakan ketaatan yang diikuti oleh seluruh anggota tubuh, baik secara lahir maupun batin, karena anggota tubuh itu akan selalu mengikuti hati. Hati bagaikan komandan dan anggota tubuh menjadi pasukannya. “ itu menjadi salah satu tanda dari hati yang berzikir, sesuai yang disebutkan dalam kitab Al khusyu” fi Shalat,” ujar ustad Abu sangkan dalam bukunya menemukan khusyuk yang hilang.

Takut kepada Allah

Dijelaskan lebih lanjut, tanda lainnya adalah wajal. Wajal adalah perasaan takut kepada Allah SWT. Tanda-tandanya yang utama adalah si pemilik hati melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-nya dengan harapan memperoleh pahala dan khawatir murka-nya. Selain itu, tanda lainnya yaitu di berikan sakinah, yakni tanda takut yang bercampur dengan ketenangan dan kemuliaan. Sakinah juga berarti berupa ketenangan yang di rasakan hati, merupakan nur (cahaya) dalam hati, yang memberikan ketenangan dan ketentraman pada pemiliknya. sakinah merupakan prinsip dasar ainul yaqin. “ sakinah juga bisa diartikan sebagai tumakinah, yaitu tenang dalam gerakan dan berjalan. Dalam hadist disebutkan, ” as sakinah! as sakinah!, maksudnya tetaplah tenang,” jelas Ustad Abu Sangkan. Allah SWT berfirman,” dan nabi mereka mengatakan kepada mereka, sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ia lah kembalilnya tabut kepadamu, didalamnya terdapat sakinah (ketenangan) dari tuhanmu…,”( QS Al baqarah:248).

Ustad Abu Sungkan merujuk pada pendapat Ibnu Qayyim, sakinah asalnya adalah tumakninah, waqar, dan sukun yang semuanya berarti ketenangan yang diturunkan Allah dalam hati seorang hamba diwaktu jiwanya sedang berguncang karena ketakutan yang amat sangat. Sehingga dia tidak merasa terganggu dengan segala sesuatu yang mengusiknya. Hal demikian itu bisa menambahkan keimanan dan semakin kuat keyakinan serta keteguhannya.

Ketenangan

Dalam Alqur’an allah SWT mengabarkan cara Allah SWT menurunkan sakinah kepada Rasulullah Saw dan orang-orang yang beriman di saat risau dan gelisah. “contohnya pada waktu hijrah, yaitu ketika Rasulullah Saw bersama Abu bakar Ash shidiq Saw berada di dalam gua, sedangakan musuh berada tepat diatasnya. Andaikata musuh itu melihat ke arah kaki mereka, pasti melihat mereka berdua,” ungkap Ustad Abu Sangkan.

Ibnu Qayyim mengatakan, jika sakinah masuk ke hati, maka hati menjadi tenang(tumakninah). Karenanya anggota tubuh pun juga ikut tenang dan khusyuk serta memperoleh ketentraman( waqar). Lisannya mengucapkan kebenaran dan hikmah, dia terhindar dari ucapan keji, kotor sia-sia, permusuhan, dan semua yang berbau kebatilan.

SUMBER: NURANI

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply