TERJEBAK KOSMETIKA BERBAHAN BABI

TERJEBAK KOSMETIKA BERBAHAN BABI

Dalam ketentuan hukum Islam, kalau seseorang tidak tahu tentang sesuatu, maka tidak ada tuntutan hukum apapun. Seperti dari pertanyaan tersebut, seseorang menggunakan produk kosmetik, namun tidak mengetahui bahwa bahan kosmetik tersebut ada yang berasal dari babi. Maka kondisi yang demikian itu dimaafkan.

Hal ini di jelaskan dalam hadis Nabi saw. “Rufi’al qalamu ‘an tsalatsin…” “Pena di angkat dari tiga orang: (yaitu) orang yang tidur sampai ia bangun, anak kecil sampai ia dewasa, dan orang gila sampai ia sadar.” (H.R. Abu Daud, Tirmidzi, dll). Maksud diangkat pena itu ialah tidak dianggap berdosa, tidak dihisab atau juga dimintai pertanggung-jawaban oleh Allah, atas perbuatan yang tidak diketahuinya itu.

Dalam hadis lain disebutkan pula, “sesunggungnya Allah telah memaafkan umatku dari kesalahan, lupa, dan sesuatu yang dipaksakan kepada mereka.” (H.R. Ibnu Hibban). Namun kalau kemudian ia mengetahuinya bahwa produk kosmetik yang dipergunakannya itu mengandung bahan dari babi, untuk ketenteraman batinnya, maka ia harus mencuci kulit tubuhnya itu mengikuti tuntunan syariah dalam menghilangkan najis, agar menjadi suci.

Dalam hal ini, babi itu termasuk dalam kategori Najis Mughollazhoh, najis berat. Dan cara menyucikannya adalah dengan dibasuh menggunakan air sebanyak tujuh kali, salah satu diantaranya dicampur dengan tanah. Ketentuan ini disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan dari  Abi Hurairah bahwa Rasullullah saw bersabda: “cara menyuci bejana seseorang  dari kamu apabila dijilat anjing, hendaklah dibasuh tujuh kali, salah satunya hendaklah dicampur dengan tanah,” (H.R. Muslim).

Jurnal Halal No. 109

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply