Warna-warni Indonesia dengan Busana Muslimnya

Warna-warni Indonesia dengan Busana Muslimnya

Rancangan yang ditampilkan oleh kedua designer, Iva Lativah dan Dian Pelangi memiliki warna-warna yang sangat beragam.

Jika biasanya baju bagi Muslimah didominasi oleh warna hitam atau putih, maka kali ini mereka menggunakan warna yang cukup berani, tetapi tetap natural, seperti merah, kuning, hijau, dan biru.

Potongan gaun-gaun, yang dikenal dengan istilah gamis, pun telah dimodifikasi menjadi lebih modern dengan tambahan detail-detail, meski tetap berpegang teguh pada prinsip Islam soal pakaian, yakni panjang dan longgar.

“Rancangan saya lebih berwarna dan malam ini pun lebih banyak surprise dan lebih Indonesia lagi. Dulu saya banyak menggunakan jumputan Palembang saja, maka sekarang kita campur pakai batik, pakai tenun, sehingga perpaduan kain-kain tradisional lebih terlihat lagi,” jelas Dian soal rancangannya kali ini.

“Dan khusus pagelaran di Melbourne, saya telah sesuaikan juga, dengan lebih modern, sudah disesuaikan dengan selera Muslimah di Australia. Sehingga mereka tertarik dan bisa menggunakannya di segala musim.”

Iva Lativah pun memiliki rancangan yang tidak hanya mengedepankan baju panjang ala Muslimah saja, tetapi kental dengan corak dan detail Indonesia.

“Kali ini saya ingin lebih mengangkat budaya Indonesia, terutama karena ini show di luar negeri, jadi memasukan juga unsur pakaian daerah dan tradisional,” ujar Iva.

Iva mengaku sekarang semakin banyak peminat terhadap busana Muslim dan penggunaan hijab.

“Pada awal saya membuat busana untuk kaum Muslimah, sekitar tahun 80-an, masih sangat minim sekali.”

“Bahkan pada sekitar akhir 70-an, penggunaan baju Muslim itu dilarang karena harus ada seragam. Pada waktu itu kebetulan saya, ayah saya seorang ulama dan Rektor Unisba, sehingga banyak yang protes. Di saat itulah saya terpacu mendesain baju khusus Muslimah,” kenang Iva.

penggunaan hijab atau penutup kepala dan baju panjang yang longgar dalam agama islam adalah bertujuan agar wanita melindungi auratnya dan tetap tampil sederhana.

Tak heran, warna-warna pada abaya, sebutan baju panjang yang digunakan kaum Muslimah, seringkali berwarna hitam agar tidak mencolok.

Namun, dengan perkembangan fashion diiringi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, para Muslimah pun ingin menjadi lebih gaya.

Tapi apakah menjadi kontradiksi antara tren busana Muslim yang lebih modis dengan prinsip Islam yang menganjurkan kesederhanaan?

“Wanita manapun senang keindahan, mereka ingin terlihat gaya, karenanya tidak ada masalah asalkan masih dalam sesuai syariah Islam,” ujar Iva.

Sama seperti halnya Iva, Dian pun mengatakan tak ada yang melanggar prinsip keagamaan, asalkan tidak keluar batas.

“Allah pun menyukai keindahan,” tegas Dian.

“Jika sebelumnya wanita yang menggunakan hijab diasosiasikan dengan hal-hal yang negatif, justru sekarang saatnya memperlihatkan bahwa wanita Muslim pun bisa tampil modis dan memukau,” tambahnya.

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply