by

Waspada, Virus Zika Bisa Menular Lewat Kontak Mata

Virus Zika ternyata dapat memicu terjadinya kebutaan pada manusia. Selain itu, kontak mata dengan orang yang terjangkit virus Zika juga memainkan peran dalam penyebaran penyakit tersebut, seperti dilansir Sciencedaily, Rabu (7/9/2016).

Untuk menentukan apa efek virus Zika pada mata manusia, para peneliti Washington University School of Medicine in St. Louis menginfeksi tikus dengan virus tersebut dan menemukan gejalan yang mirip dengan orang dewasa yang terinfeksi karena digigit nyamuk.

Virus Zika membutuhkan waktu tujuh hari untuk menginveksi mata tikus. Observasi ini menguatkan bahwa Zika mampu merusak mata.Namun, para peneliti belum menemukan apakan virus Zika bisa langsung merusak retina mata dan jaringan saraf mata ke otak.

Infeksi mata meningkatkan kemungkinan bahwa manusia bisa terkena virus Zika melalui kontak mata dengan orang yang terinfeksi. Para peneliti menemukan, air mata tikus yang terinfeksi mengandung materi ginetik virus Zika. Tetapi tidak menularkan virus setelah diujui selama 28 hari.

“Meskipun kami tidak menemukan virus hidup di air mata tikus, itu tidak berarti bahwa tak bisa menular pada manusia,” kata Jonathan J. Miner, MD, PhD, seorang instruktur dalam kedokteran dan penulis utama studi tersebut.

“Mungkin ada jeda waktu ketika air mata yang sangat menular dan orang yang melakukan kontak mata dengan mereka yang terinveksi dan mampu menyebarkannya,” lanjut Miner. Mata adalah indikasi kekebalan tubuh jika sistem kekebalan tubuh itu kurang aktif, harus dicarikan solusi untuk menghindari jaringan sensitif pada penglihatan tidak terinveksi virus Zika.

“Kami berencana meneliti manusia untuk mengetahui apakah virus Zika menular tetap dalam kornea atau kompartemen ke bagian mata lain, karena itu akan memiliki implikasi untuk transplantasi kornea,” kata Rajendra S. penulis senior lainnya dalam penelitian ini.

Penelitian Zika semakin mempertimbangkan rute alternatif penularan virus ini yang lebih cepat dari penyebaran melalui nyamuk. Ahli epidemologi memprediksi penyebaran penyakit beradasarkan tingkat penularan virus dan melalui aliran darah manusia yang terinfeksi. Dengan perhitungan tersebut, virus Zika bergerak sangat cepat.

“Epidemi Zika sangat eksplosif, bahkan dari yang kita jelaskan penularannya melalui nyamuk dalam darah manusia. Beberapa faktor mungkin menjadi penyabanya. Penulan seksual berperan utama, tapi beberapa cairan dalam tubuh seperti air seni atau air mata juga bisa jadi sarana penularan,” jelas Diamond.

Kalaupun air mata manusia tidak menular, deteksi peneliti dari virus Zika yang hidup di mata dan virus RNA melalui air mata masih memiliki manfaat praktis. Air mata manusia berpotensi diuji untuk virus RNA atau antibodi, cara untuk mendiagnosis infeksi Zika baru daripada mengambil darah. Mata tikus dapat digunakan untuk menguji obat anti-Zika.

“Keuntungan menggunakan mata adalah bahwa persyaratan dosis Anda sangat kecil, dan Anda tidak perlu khawatir karena banyak tentang efek dari dosis yang lebih besar, terapi pada seluruh tubuh seperti toksisitas hati,” kata Apte, yang juga seorang profesor biologi perkembangan dan kedokteran.

“Jika Anda tahu Anda memiliki virus mereplikasi di mata, Anda hanya bisa memberikan obat secara lokal dan mengukur perubahan dalam replikasi virus. Jika Anda menggunakan mata sebagai model untuk mempelajari pemberian obat atau khasiat obat, Anda kemudian dapat menggunakan pengetahuan Anda mendapatkan untuk mengobati infeksi virus di tempat lain.”

 

Sumber : okezone

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed