Waspadai Efek Negatif Kecanduan Kopi

Waspadai Efek Negatif Kecanduan Kopi

Detikhalal.com – Minum kopi bagi sebagian orang sudah menjadi gaya hidup terutama bagi para lelaki. Kenikmatan menyeruput kopi bisa menjadi penghilang rasa kantuk, pusing, atau sekedar pelengkap mengobrol bersama klien atau rekan. Ada berbagai macam alasan seseorang minum kopi tapi tak banyak yang tahu dampak buruknya,

Berikut ini adalah dampak buruk Kecanduan dari Kopi :

1. Sulit buang air besar

2. Munculnya karang gigi serta gigi jadi kuning, 

Apabila dikonsumsi sering serta dalam jumlah yang berlebihan.

3.Merangsang asam lambung

Meskipun mempunyai banyak manfaat, kopi dikenal bisa mengakibatkan kegelisahan. Dosis mengkonsumsi yang terlampau banyak tak dapat diterima kebanyakan orang. Di luar itu, tingkat keasaman kopi yang tinggi bisa merangsang pengeluaran asam lambung berlebihan.

4. Membahayakan masalah pada mata

Masalah mata dipengaruhi oleh kafein, zat yang dikandung dalam kopi. Masalah yang dimaksud adalah exfoliation glaucoma.“Minum tiga cangkir kopi atau lebih dalam satu hari, diketahui berkenaan dengan penambahan masalah pada glaukoma, terutama untuk mereka yang mempunyai riwayat keluarga glaukoma,” kata Jae Hee Kang, asisten profesor kedokteran di Channing Division of Network Medicine di RS Brigham and Women di Boston, Amerika Serikat, seperti dilansir dari lamanSciencedaily.

Gejalanya adalah penekanan pada bola mata. Tekanan ini dapat mengakibatkan rusaknya saraf optik lain di sekitar mata. Ini yang mengakibatkan kebutaan permanen. Risiko rusaknya mata semakin bertambah apabila makin banyak mengkonsumsi kafein.
5. Jantung berdebar
Kafein memengaruhi sistem kardiovaskular, seperti penambahan detak jantung serta tekanan darah.

 

Jadi kita harus hindari minum kopi berlebih, terutama yang sudah kecanduan silahkan perlahan dikurangi agar terbiasa, selamat mencoba.

Seperti dilansir di cantik.tempo

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply